Sisi Lain Metropolitan

Bangganya Umar Berseragam Satpam, Pria Tunarungu yang Rajin Mencari Uang Meski Alami Keterbatasan

Bagi Anda yang kerap melintas di Jalan Gebang Sari, Cipayung, tentunya sudah tak asing melihat pria berusia 20 tahunan yang mengenakan seragam satpam.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) 

"Dia nengok (menoleh) juga enggak. Akhirnya saya bawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamis (26/8/2021).

Setibanya di sana, didapatilah bahwa pendengaran Umar memang bermasalah.

Meski begitu, alat bantu pendengaran juga tak cukup banyak membantu.

Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Umar tetap tak mendengar apa yang diucapkan orang lain. Sehingga sampai saat ini ia kesulitan berbicara lantaran tak mendengar suara.

Kini, untuk berkomunikasi dengan dirinya, pihak keluarga menggunakan bahasa isyarat.

Yap, Sabiah mengatakan tetap memberikan hak pendidikan kepada Umar.

Umar dimasukkannya ke Sekolah Luar Biasa (SLB) agar memiliki keahlian.

"Jadi kalau komunikasi sama dia pakai bahasa isyarat. Saya juga belajar bahasa isyarat selama tiga bulan. Jadi paham," jelasnya.

Selanjutnya, ketika Umar menginjak usia 15 tahun, ia tak betah berdiam diri di rumah. Umar akhirnya memutuskan untuk menjadi juru parkir.

"Iya itu dia jadi juru parkir udah lumayan lama. Saya enggak nyuruh. Ya namanya anak begitu kan. Dia memang anaknya rajin, nggak betah diam di rumah," jelasnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Tunarungu Oleh Hansip di Bekasi Belum Juga Ada Titik Terang

Selama menjadi juru parkir, Umar memang tak pernah meminta uang kepada Sabiah maupun suaminya.

Apalagi saat ini ayahnya sedang tak bekerja lantaran pandemi.

"Selama dia jadi juru parkir ya enggak minta uang sama saya. Bapaknya juga lagi enggak kerja, kan jadi sopir bus pariwisata. Kalau sikonnya begini kan memang enggak ada kerjaan," ucapnya.

Namun bila dirinya tak punya uang sama sekali, barulah Umar akan meminta kepada orang tuanya.

Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Dia minta itu jarang, paling kalau enggak ada uang banget. Soalnya kan hasil jadi juru parkir dia pegang sendiri. Dia punya kostum satpam dan lain-lain itu ya dari uang parkir itu. Dia beliin kostum sendiri," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved