Breaking News:

Pemkot Jakarta Timur Bakal Relokasi PKL Buah Dekat Pasar Induk Kramat Jati

Pemkot Jakarta Timur bakal merelokasi PKL di trotoar Jalan Raya Bogor, Kecamatan Ciracas yang berada di sekitar Pasar Induk Kramat Jati

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Dionsius Arya Bima Suci
Para pedagang buah yang menjajakan dagangan mereka di pinggir Jalan Raya Bogor, depan Pasar induk Kramat Jati menyebabkan kepadatan lalu lintas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pemkot Jakarta Timur bakal merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Raya Bogor, Kecamatan Ciracas yang berada di sekitar Pasar Induk Kramat Jati.

Relokasi dilakukan karena PKL merebut trotoar untuk pejalan kaki dan menimbulkan kemacetan karena pembeli berhenti yang kebanyakan pengguna kendaraan bermotor berhenti di bahu jalan.

Kepala Satpol PP Kecamatan Ciracas Endharwanto mengatakan PKL di sekitar Pasar Induk Kramat Jati yang mejajakan buah-buahan tersebut rencananya direlokasi ke lokasi sementara (Loksem).

"Itu pernah disampaikan saat beberapa perwakilan PKL datang ke kantor Kecamatan. Disampaikan bahwa untuk yang ber-KTP DKI kita ada Loksem di putaran (kawasan) Pasar Rebo," kata Endharwanto saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (31/8/2021).

Namun rencana relokasi PKL buah ke Loksem yang secara wilayah berada di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas itu ditolak pedagang dengan alasan terlalu jauh dari Pasar Induk Kramat Jati.

Deretan pedagang buah-buahan di pinggir jalan, juga terlihat kala berada di sekitaran Jalan Raya Bogor, yang tak jauh dari lokasi Pasar Induk Kramat Jati.
Deretan pedagang buah-buahan di pinggir jalan, juga terlihat kala berada di sekitaran Jalan Raya Bogor, yang tak jauh dari lokasi Pasar Induk Kramat Jati. (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Alasannya buah-buahan yang dijajakan PKL di sepanjang trotoar Jalan Raya Bogor dibeli mereka dari Pasar Induk Kramat Jati sehingga butuh ongkos lebih bila harus pindah lokasi dagang.

"Saat itu dari perwakilan yang datang menyampaikan kalau lokasi jauh dari sumber mereka ngambil buah di Pasar Induk. Untuk saat ini belum ada pertemuan kembali mengingat kondisi masih pandemi Covid-19," ujarnya.

Baca juga: 250 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terima Vaksinasi Covid

Lantaran belum ada titik temu, Pemkot Jakarta Timur hingga kini masih mencari lokasi lain yang dapat digunakan puluhan PKL buah-buahan di sekitar Pasar Induk Kramat Jati berdagang.

Endharwanto menuturkan sejak rencana relokasi PKL di sekitar Pasar Induk Kramat Jati ke Loksem di kawasan Pasar Rebo itu bergulir hingga kini belum ada pedagang yang bersedia direlokasi.

"Jika memang ada dan ber-KTP DKI Jakarta ya kita siap menjembatani dengan pihak UMKM (Sudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Jakarta Timur)," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved