Perkara Adik Nodai Kakak Hingga Melahirkan, Rabu Kelabu Saat Pelaku Ajak 3 Rekannya
Perkara adik nodai kakak kandung hingga melahirkan menggegerkan warga Pidie, Aceh. Rabu kelabu bagi korban saat adik ajak tiga temannya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Perkara adik nodai kakak kandung hingga melahirkan menggegerkan warga Pidie, Aceh.
Apalagi, tidak hanya sang adik berinisial K (15) yang menodai kakak kandungnya berinisial NJ (19) hingga hamil.
Bahkan, tiga rekan K yakni MA (22) WH (21) dan M (17) ikut berhubungan intim dengan K di rumah di Kecamatan Peukan Baro, Pidie.
Kasus adik nodai kakak kandung itu kini ditangani Sat Reskrim Polres Pidie.
Perbuatan kelima pelaku itu terungkap saat korban melahirkan bayinya.
Baca juga: Bukannya Kasih Setoran, Sopir Angkot Datangi Rumah Juragan Malah Nodai Anak SMP Majikan
Warga yang marah akibat kejadian tersebut mengusir NJ bersama keluarganya.
"Saat ini, kelima pelaku terlibat perzinaan masih kita periksa," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra MH dikutip TribunJakarta.com dari Serambinews.com, Senin (30/8/2021).
AKP Ferdian mengungkapkan NJ awalnya sempat tertutup saat menyampaikan keterangan kepada Polwan.

Saat itu, NJ melakukan hubungan intim dengan satu pelaku dan terdapat pemaksaan.
Namun, polisi tak menjadikan keterangan pemaksaan itu untuk dasar penyelidikan.
Pasalnya, polisi tak menemukan adanya bukti seperti dipukul, baju NJ dirobek saat berusaha melawan atau ancaman lain yang membahayakan NJ.
"Ancaman adiknya kepada NJ akan dilaporkan kepada Tgk T jika tidak mau berhubungan, karena NJ dan adiknya telah berhubungan badan lebih dahulu. Sehingga perbuatan itu akan dilaporkan kepada Tgk T," kata AKP Ferdian.
"Karena merasa malu akan dilaporkan sehingga NJ bersedia berhubungan dengan adiknya. Tgk T, guru ngaji NJ di gampong," tutur AKP Ferdian.
Baca juga: Bukannya Dibekali Uang, Ayah Kandung Malah Rudapaksa Buah Hatinya yang Mau Merantau ke Jakarta
AKP Ferdian menuturkan sang adik memberitahukan kepada teman-temannya setelah dirinya berhubungan badan dengan kakaknya.
Ketiga teman pelaku diajak ke rumahnya setiap Rabu, mengingat pada hari itu ibunya pergi ke tempat pengajian.