Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Wali Kota Depok Mulai Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Perkantoran

Wali Kota Depok mulai mewajibkan perkantoran sektor esensial dan kritikal untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh pegawainya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Kompas.com/Reza Wahyudi
Ilustrasi Wali Kota Depok mulai mewajibkan perkantoran sektor esensial dan kritikal untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh pegawainya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mulai mewajibkan perkantoran sektor esensial dan kritikal untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh pegawainya.

Peraturan ini pun tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 379 tahun 2021, yang berisi tentang Perpanjangan PPKM Level 3.

Dalam surat tersebut, Idris mengatakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini akan digunakan mulai tanggal 7 September 2021 mendatang.

Untuk sektor esensial, Idris berujar yang wajib menggunakan aplikasi ini adalah industri orientasi ekspor dan penunjangnya.

Baca juga: PTM Secara Terbatas di Kota Depok Bakal Digelar Mulai Oktober 2021

“Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf di fasilitas produksi/pabrik, serta 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran dengan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 7 September 2021, pengaturan masuk dan pulang, serta makan karyawan tidak bersamaan,” ujar Idris dalam surat tersebut, Rabu (1/9/2021).

Sementara pada sektor kritikal, aplikasi PeduliLindungi ini wajib digunakan di tujuh bidang usaha yang diantaranya adalah energi, logistik transportasi dan distribusi, makanan dan minuman serta penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, konstruksi (infrastruktur publik), hingga utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah).

Wali Kota Depok, Mohammad Idris
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

“Menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk kepada fasilitas produksi/ konstruksi/ pelayanan dan wilayah administrasi perkantoran,” jelasnya.

Untuk informasi, aplikasi PeduliLindungi ini juga sudah diterapkan bagi seluruh karyawan atau pun pengunjung mal di Kota Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Saat Jagoan Persija Jakarta, Marko Simic dan Riko Simajuntak Belajar Gunakan Aplikasi Pedulilindungi

Setiap karyawan atau pun pengunjung, harus lebih dulu melakukan scan barcode di pintu masuk. Mereka yang tak memiliki aplikasi PeduliLindungi tidak bisa diizinkan masuk dengan alasan apapun, meskipun sudah divaksin hingga dua kali.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved