Breaking News:

Mural Mirip Jokowi ‘Okelah 3 Periode’ Bertahan Sehari Lalu Lenyap, Wagub DKI: Silakan Berkreasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal viral mural mirip Presiden Joko Widodo yang sempat terpampang di kawasan Jagakarsa.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Mural Mirip Jokowi ‘Okelah 3 Periode’ Bertahan Sehari Lalu Lenyap, Wagub DKI: Silakan Berkreasi - mural-okelah-3-periode.jpg
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Mural sosok Jokowi di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021) siang. Mural tersebut menyindir wacana Jokowi untuk maju menjadi presiden tiga periode.
Mural Mirip Jokowi ‘Okelah 3 Periode’ Bertahan Sehari Lalu Lenyap, Wagub DKI: Silakan Berkreasi - mural-okelah-3-periode-1.jpg
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Mural sosok Jokowi di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021) siang. Mural tersebut menyindir wacana Jokowi untuk maju menjadi presiden tiga periode.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal viral mural mirip Presiden Joko Widodo yang sempat terpampang di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia pun mempersilakan warganya membuat mural sebagai bentuk kreativitas asalkan tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku.

“Kami minta masyarakat silakan berkreasi dan berinovasi kreatif semua melakukan mural, gravity, coretan, sejauh itu dilakukan di tempat yang baik, tidak mengganggu, isinya positif, konstruktif, kami bisa memahami,” ucapnya, Kamis (2/9/2021).

Sebagai informasi, mural mirip Presiden Jokowi Okelah 3 Periode itu nasibnya hanya bertahan seumur jagung.

Mural yang sebelumnya tampak di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya itu kini sudah lenyap ditimpa cat berwarna putih.

Ariza bilang, selama seni jalanan itu dibuat dengan menampilkan pesan-pesan positif yang membangun, ia yakin mural tersebut tidak akan dihapus oleh pihak yang merasa tersindir.

“Jangan dibuat yang bersifat tidak baik, jangan buat ajakan yang tidak baik, yang tendensius, yang melanggar aturan dan ketentuan,” ujarnya di Balai Kota.

“Apalagi (dibuat) di tempat umum yang dilarang,” tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Menyoal Mural Kritikan di Depok, Ini Penjelasan Satpol PP

Walau demikian, orang nomor dua di DKI Jakarta ini menegaskan bahwa pemerintah bukan antri kritik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved