Breaking News:

Dua Warga Iran Produksi Sabu di Perumahan Elite dengan Pengamanan Super Ketat di Tangerang

Dua warga negara asing (WNA) asal Iran menjalankan laboratorium penghasil narkotika jenis sabu di Kabupaten Tangerang

TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Aparat Polres Jakarta Barat menggeledah rumah mewah di Taman Cendana Golf nomor 25, kawasan Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Dua warga negara asing (WNA) asal Iran menjalankan laboratorium penghasil narkotika jenis sabu di Kabupaten Tangerang, selama empat bulan belakangan.

Mereka menyewa rumah mewah dengan pengamanan super ketat di Perumahan Taman Cendana Golf, Kecamatan Kelapa dua.

Kompleks tersebut sangat tertutup bagi selain penghuni. Setiap orang yang masuk akan ditanyakan keperluan dan tujuannya.

Jika tujuan tidak jelas, dan tanpa seizin penghuni yang dituju, maka sekuriti akan melarangnya masuk.

Pabrik sabu itu terungkap setelah WNA Iran yang belum diungkap identitasnya itu diringkus aparat Polres Jakarta Barat pada Rabu (1/9/2021) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengatakan, kedua WNA tersangka kasus narkotika itu rela merogoh kocek 16 juta per bulan untuk menyewa rumah mewah itu.

Selama 4 bulan, si produsen sabu harus membayar 64 juta untuk sewa rumah.

"Ini menurut pengakuan adalah oleh tersangka dia kontrak di sini sekitar Rp 16 juta mungkin sebulan menurut pengakuannya."

Baca juga: Laboratorium Sabu di Tangerang Bagian Jaringan Internasional, Bahan Baku Tak Terlacak X-Ray

"Dan ini juga lokasinya cukup hening. Ini adalah klaster di perumahan mewah yang mungkin menjadi cover bagi mereka agar tidak terpantau," papar Ady.

Selain di Tangerang, Ady mengatakan, sindikat narkotika jaringan internasional itu sudah berpindah-pindah tempat.

Pihaknya juga masih mengembangkan kasus tersebut dengan sasaran orang lain yang masih berhubungan.

"Dan perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan dari beberapa pendalaman yang kita lakukan, yang bersangkutan pindah-pindah. Pernah juga sebelumnya di wilayah Jakbar."

"Perlu disampaikan kita mendapatkan case ini pengungkapan ini dari pengembangan yang ada di wilayah Kalideres. Dan hasil pemeriksaan awal si tersangka ini secara berpindah-pindah artinya mungkin ini bagian dari kamuflase dari pihak tersangka," pungkas Ady.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved