Pengadaan Lahan Diduga Dikorupsi, SMKN 7 Tangsel Terisolir: Akses Masuk Hanya Jalan Setapak

SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) berlokasi diarea yang cukup terisolir di ujung gang Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Akses masuk SMKN 7 Tangsel, Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Jumat (3/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) berlokasi diarea yang cukup terisolir di ujung gang Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Jumat (3/8/2021), jika tidak teliti, akan sulit menemukan sekolah kejuruan perhotelan itu.

Setelah menyusuri jalan beraspal melalui Gang Cempaka 3, di ujung ada area yang masih tanah dan di sekelilingnya terdapat kandang ayam.

Di sudut area kandang ayam itu terdapat jalan setapak berbatu semacam gang selebar satu meter.

Jalan setapak tersebut adalah pintu masuk ke SMKN 7 Tangsel.

Akses masuk SMKN 7 Tangsel, Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Jumat (3/9/2021).
Akses masuk SMKN 7 Tangsel, Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Jumat (3/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Selain itu bangunan gedung sekolah juga tidak memadai.

Total jumlah siswa sekolah dengan tiga jurusan itu mencapai 600-an siswa.

Baca juga: Kondisi SMKN 7 Tangsel yang Tengah Disidik KPK: Gedung Mangkrak, Lapangan Penuh Ilalang

Namun ruang kelas yang dimiliki hanya tiga kelas.

Pihak sekolah harus memanfaatkan ruang tata usaha, dan ruang guru, bahkan lobi sekolah sebagai kelas.

Sejak 2018, pembangunan sekolah belum dilanjutkan.

"Kalau ruang kelas di sini ada tiga, satu angkatan ada lima kelas," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Wita Maulida.

Fasad SMKN 7 Tangsel, Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (2/9/2021).
Fasad SMKN 7 Tangsel, Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (2/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Terkait akses masuk yang seperti gang kecil bahkan pernah mencelakakan Wita, yang juga seorang guru jurusan tata boga itu.

"Iya cuma muat motor. Saya juga pernah jatuh guling-gulingan di situ."

"Tas saya kemana, motor saya kemana, badannya tuh kayak di sinetron guling-guling."

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved