Hasil Survei Kriteria Bakal Capres, Elektabilitas Airlangga Teratas

Nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menduduki posisi teratas bakal calon presiden yang diinginkan masyarakat.

Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. 

Selanjutnya ada nama Muldoko yang dipilih oleh 6,10 persen responden, Tri Rismaharini 5,60 persen, La Nyalla Mattalitti 3,40 persen. 

Lalu ada nama Sri Mulyani yang dipilih oleh 3,30 persen dan Anies Baswedan yang juga dipilih oleh 3,30 perlsen responden. 

Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono dipilih oleh 2,10 persen responden. 

Selanjutnya ada nama Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,20 persen, dan terakhir ada nama Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 1,10 persen. Sedangkan yang belum memilih ada 24,20 persen responden. 

Nama Airlangga Hartarto juga memiliki elektabilitas tertinggi sebagai tokoh bakal Capres 2024 didasarkan pada faktor pengalaman, kemampuan dan prestasi dengan perolehan 18,90 persen responden. 

Selanjutnya ada nama Prabowo Subianto yang dipilih oleh 9,20 perssen responden, Ganjar Pranowo 7,40 persen responden dan Puan Maharani yang dipilih oleh 6,60 persen. Selanjutnya ada nama Moeldoko yang juga dipilih oleh 6,60 persen responden, Gatot Nurmantyo 6,10 persen, Tri Rismaharini 5,30 persen. Selanjutnya ada nama Anies Baswedan 4,40 persen, La Nyalla Mattalitti 3,70 persen, Sri Mulyani 3,30 persen, Ridwan Kamil 2,40 persen. 

"Lalu, Agus Harimurti Yudhoyono dipilih oleh 2,30 persen responden, Khofifah Indar Prawansa 1,40 persen, dan terakhir ada nama Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 1,10 persen responden. Sedangkan yang belum memilih sebanyak 21,20 persen responden," katanya.

Kemudian terkait partai yang dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat. 

Sebanyak  78,9 persen responden  menyatakan Golkar merupakan parpol yang sukses dekat dengan masyarakat. 

"Partai Golkar memiliki kemampuan untuk berada dalam lingkar kekuasaan agar dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat," kata Yohanes.

Setelah Golkar, lanjut Yohanes, Parpol yang dinilai sukses dekat dengan masyarakat kemudian disusul oleh Nasdem 72,8 persen, PDI Perjuangan 70,7 persen, PKB 68,4 persen, PPP 64,8 persen, Gerindra 53,7 persen, PAN 52,9 persen, PKS 51,8 persen, dan Demokrat 46,3 persen. 

Dari hasil survei tingkat pilihan responden terhadap parpol jika pemilu legislatif digelar hari ini dengan simulasi pertanyaan top of mind atau terbuka, maka hasilnya sebanyak 14,2 persen memilih PDI Perjuangan disusul Golkar 13,7 persen, Gerindra 12,2 persen, Demokrat 3,7 persen, PKB 5,8 persen, Nasdem 3,9 persen , PKS 3,1 persen, PPP 2,6 persen, PAN 3,3 persen dan Gabungan Partai Politik  lainnya 4,7 persen. 

Sementara yang belum menjawab 32,2 persen. 

Sedangkan, hasil survei tentang tingkat pilihan responden terhadap Parpol dalam simulasi survei semiterbuka dengan menyodorkan nama parpol maka hasilnya PDIP tetap teratas dengan 17,6 persen dan disusul Partai Golkar 17,4 persen, Gerindra 14,2 persen, Partai Demokrat 4,1 persen, PKB 7,3  persen, Nasdem 4,1 persen, PKS 3,2 persen, PPP 2,7 persen, PAN 2,2 persen dan gabungan partai-partai lainnya tetap di bawah  5,7  persen dan belum memilih sebanyak 20,1persen 

Untuk diketahui, survei ini digelar pada 24 Agustus hingga 3 September 2021 dengan metode wawancara lewat telepon dimana  ada sekitar 188,6 juta masyarakat dari total keseluruhan 269,6 juta penduduk Indonesia sudah menggunakan ponsel pintar. Ini artinya, sekitar 70,1 persen penduduk Indonesia menjadikan ponsel sebagai sebuah perangkat primer. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved