Pemkot Bekasi 2021
Wali Kota Bekasi Berharap Pembelajaran Tatap Muka Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di masa Pandemi Covid-19.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di masa Pandemi Covid-19.
Hal ini disampaikan Pepen, sapaan akrabnya, saat melakukan monitoring PTM terbatas di SMP Negeri 2 Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (6/9/2021).
"Kalau ini langsung berinteraksi mana yang serius, mana yang main-main, diharapkan ini dapat meningkat kualitas pendidikan di Kota Bekasi," kata Pepen.
Dia menambahkan, PTM harus lebih baik dibanding Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini diterapkan selama masa pandemi Covid-19.
Baca juga: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Pantau Kegiatan Belajar Tatap Muka di Sejumlah Sekolah
"Pada prinsipnya PTM ini harus lebih baik daripada virtual karena berinteraksi langsung bertatap muka langsung beda dengan di depan kamera di depan laptop," jelas dia.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Bekasi Jaya V, Tati Kartati mengatakan, kegiatan PTM diharapkan dapat mendekatkan siswa dengan guru yang selama ini tidak dapat bertemu langsung.

"Mudah-mudahan dengan adanya PTM ini, anak anak kembali dekat dengan guru, mengenal gurunya, berjalan dengan baik dan lancar tidak sesuatu apapun," kata Tati.
Di SD Negeri Bekasi Jaya V, PTM dibukan sebanyak tujuh kelas. Masing-masing kelas diisi sebanyak 18 siswa.
Siswa yang mengikuti PTM tingkat SD baru diperuntukkan kelas empat, lima dan enam. Sedangkan sisanya masih mengukuti program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Baca juga: Mulai Hari Ini, Pelajar SD Sederajat di Kota Bekasi Mulai Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah mengatakan, PTM terbatas di Kota Bekasi sudah berjalan sejak Rabu (1/9/2021) secara bertahap.
PTM terbatas diawali untuk tingkat SMP sederajat, sebanyak 139 sekolah negeri dan swasta telah berjalan.
Baca juga: Pemkot Bekasi Gelar Serbuan Vaksinasi Massal Serentak di 560 Titik
Selanjutnya, PTM terbatas dilanjutkan untuk pelajar tingkat SD sederajat yang dibuka hari ini, Senin (6/9/2021) sebanyak 611 sekolah negeri dan swasta telah berjalan.
Program ini akan terus dibuka secara bertahap, rencananya pada 20 September 2021 mendatang, PTM terbatas untuk siswa TK/PAUD akan dibuka dengan kapasitas siswa 35 persen.
Baca juga: Meski Pandemi Covid-19, Investasi di Kota Bekasi Capai Rp3,2 Triliun Hingga Juni 2021
"Untuk SD dan SMP sama, kapasitas maksimalnya tiap kelas 50 persen, jadi secara teknis sama," ungkap Inay.