Breaking News:

Bukan untuk Besar-Besaran Nilai, Cek Dulu Pentingnya Asesmen Nasional untuk Anak

Asesmen Nasional adalah program pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Bukan untuk Besar-Besaran Nilai, Cek Dulu Pentingnya Asesmen Nasional untuk Anak 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) akan menggelar asesmen nasional (AN) dalam waktu dekat.

Asesmen Nasional adalah program pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

Program pengganti Ujian Nasional atau UN yang dihapuskan ini rencananya digelar September 2021.

Menteri Kemendikbudristek, Nadiem Makariem menyakan, hasil dari AN digunakan untuk pemetaan mutu Pendidikan dari setiap sekolah.

Selain itu, AN berfungsi sebagai umpan balik atau feedback kepada penyelenggara Pendidikan guna memperbaiki mutu dan sistem Pendidikan yang ada.

Murid SDN Kelapa Dua Wetan 02 usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (30/8/2021).
Murid SDN Kelapa Dua Wetan 02 usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (30/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Nadiem memaparkan, hasil asesmen nasional tidak memiliki konsekuensi terhadap peserta didik yang menjadi peserta AN.

Baca juga: Tips Sukses Mengerjakan Survei Karakter di Asesmen Nasional, Perhatikan Sederet Hal Ini!

Sehingga tidak berpengaruh pada kelulusan, kenaikan tingkat, dan seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hasil AN juga tidak menampilkan skor peserta dan tidak untuk pemeringkatan sekolah.

Hasilnya hanya diketahui pemerintah, sekolah, dinas Pendidikan untuk perbaikan masa depan.

“AN tidak menimbulkan konsekuensi terhadap individu siswa, guru ataupun kepala sekolah. Data AN tidak akan ditampilkan sebagai representasi individu, melainkan agregasi sekolah,” ujar Nadiem pada Senin (6/9).

Pihak yang wajib ikut serta adalah seluruh satuan pendidikan, yakni kepala sekolah, guru, dan siswa.

Baca juga: Barang Apa yang Harganya Paling Murah? Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 2 SD Halaman 36, 37, 38, 39

Harapan adanya Asesmen Nasional yaitu dapat memantau kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan, seperti kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, dan kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu, seperti dikutip dari buku Asesmen Nasional: Lembar Tanya Jawab .

“Kita bisa mengetahui kondisi pendidikan anak-anak kita. Pandemi mau tidak mau telah menghilangkan kesempatan belajar anak-anak kita. Sehingga Pemerintah bisa melakukan pemetaan kondisi Pendidikan, terutama sekolah-sekolah yang tertinggal dalam penyelenggaraan Pendidikan,” ujar Nadiem.

Sekolah-sekolah dengan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang belum memadai dapat menyelenggarakan asesmen di satuan pendidikan lain yang infrastrukturnya lebih memadai.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved