Breaking News:

Ini Peran Dua Muncikari Usia Belasan Tahun yang Jual Gadis Bau Kencur Jadi PSK di Tanjung Priok

dua muncikari muda, ZF (18) dan RF (19), dalam pengungkapan prostitusi gadis belia di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Dua muncikari prostitusi gadis belia saat diperiksa di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/6/2021). Attachments area 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Polisi menangkap dua muncikari muda, ZF (18) dan RF (19), dalam pengungkapan prostitusi gadis belia di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan, keduanya punya peran tersendiri dalam menjalankan bisnis lendir ini.

RF sendiri berperan mencari gadis bau kencur lewat media sosial untuk dipengaruhi supaya mau terjun ke dalam lingkaran hitam prostitusi.

"RF itu mencari wanitanya atau bisa dibilang korbannya yang bisa dijadikan wanita penghibur," kata Wiratama saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021).

Cara kerja RF ialah dengan menelusuri media sosial untuk mencari gadis-gadis muda yang membutuhkan biaya instan.

Dalam kasus ini, korbannya ialah seorang gadis berusia 17 tahun.

Sementara itu, peran ZF ialah sebagai pencari pelanggan.

Baca juga: Detik-detik Polisi Pura-pura Jadi Room Service Saat Gerebek Prostitusi Gadis Belia di Tanjung Priok

"Dua tersangka, ZF itu mencari pelanggan di internet, di media sosial, sehingga mendapatkan pelanggan," kata Wiratama.

Kedua muncikari ini sangat tertutup dalam memperjualbelikan korbannya.

Kata Wiratama, mereka juga sangat berhati-hati dalam menentukan pelanggannya.

"Mereka cukup tertutup, mereka pelan-pelan agar bisa mendapatkan pelanggan supaya tidak terungkap. Tapi walaupun seperti itu, polisi sendiri bisa mengungkap kasus prostitusi online di bawah umur ini," ucap Wiratama.

Tangkapan layar polisi berpura-pura menjadi room service saat mengungkap prostitusi gadis belia di salah satu hotel di Tanjung Priok, Jakarta Utara
Tangkapan layar polisi berpura-pura menjadi room service saat mengungkap prostitusi gadis belia di salah satu hotel di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok)

Polisi Jadi Room Service

Diberitakan sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggerebek praktik prostitusi yang melibatkan gadis belia di salah satu hotel.

Dalam penggerebekan ini, polisi mendapati gadis bau kencur berduaan tanpa busana dengan seorang pria dewasa.

Dalam rekaman video yang diterima TribunJakarta.com, awalnya beberapa polisi berpakaian preman mendatangi salah satu kamar hotel.

Baca juga: Pria Dewasa Kepergok Berduaan dengan Gadis Belia di Dalam Kamar Hotel Kawasan Tanjung Priok

Polisi yang berjalan paling depan kemudian mengetuk pintu kamar tersebut sambil berpura-pura menjadi petugas room service.

"Room service," ucap polisi itu sambil mengetuk pintu.

Sekali-dua kali ketukan tak digubris.

Akhirnya, pada ketukan ketiga, pintu dibuka oleh seorang pria dewasa yang hanya mengenakan handuk.

Selurusan dengan pintu, tepatnya di atas kasur, tampak seorang gadis belia yang juga hanya berbalut handuk.

"Kamu ngapain di sini?," kata salah seorang anggota.

"Nggak ngapa-ngapain, Pak," ucap gadis bau kencur tersebut.

Anak di bawah umur itu lalu mengaku tak membawa ponsel saat polisi memintanya.

Dilanda rasa takut, si gadis kemudian menangis dan memohon kepada petugas agar tidak memberitahu orangtuanya.

"Saya mohon, Pak. Saya takut. Nggak panggil orangtua kan?," kata si gadis sambil menangis.

"Enggak nggak apa-apa. Yang penting kamu bantu kita ya," kata polisi.

Baca juga: Anak di Bawah Umur Nekat Jadi Begal di Tebet, Uang Hasil Kejahatan Digunakan Untuk Sewa PSK

Gadis itu nyatanya merupakan anak di bawah umur korban prostitusi yang belakangan diungkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Unit 3 Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Wan Deni Ramona mengatakan, gadis malang tersebut diperjualbelikan oleh dua orang muncikari.

"Benar, kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah mendapati adanya sekelompok orang yang menjual dan sebagai perantara untuk prostitusi," kata Deni, Senin (6/9/2021).

"Di mana prostitusi ini ialah anak di bawah umur dan si muncikari terdiri dari beberapa orang," sambung Deni.

Dua muncikari yang ditangkap masing-masing berinisial RF dan ZSS.

Keduanya menjalankan bisnis prostitusi lewat media sosial dengan memperjualbelikan gadis belia tersebut.

"Penawaran dilakukan melalui media sosial, di antaranya chatting di media sosial, di mana menawarkan hal tersebut kepada lingkungan media sosialnya yang sudah difilter, hanya orang tertentu yang mendapatkan akses untuk memesan," kata Deni.

Dari penggerebekan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian dalam wanita, uang tunai, dan kondom.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok guna diproses lebih lanjut.(*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved