Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Santunan Rp 30 Juta Korban Lapas Tangerang Dipertanyakan, Ditjen PAS: Tanya Pak Menteri

Ditjen PAS enggan berkomentar terkait uang santunan Rp 30 juta kepada ahli waris korban tewas kebakaran Lapas Tangerang

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Lapas Kelas I Tangerang pasca kebakaran maut pada Rabu (8/9/2021) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) enggan berkomentar terkait uang santunan Rp 30 juta kepada ahli waris korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang dinilai minim.

Dikonfirmasi apakah nominal uang santunan diberikan sudah berdasar acuan hukum, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Thurman Hutapea enggan berkomentar.

Tanpa menjawab apa nominal tersebut mengacu pada aturan hukum, Thurman mengatakan besaran uang santunan merupakan kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Itu saudara tanyakan ke Pak Menteri. Itu kan, kebijakan dari Pak Menteri sudah luar biasa. Kami tidak ada yang mendasar, tapi itu sudah perhatian cukup serius lah," kata Thurman di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021).

Baca juga: 2 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi Lewat Gigi

Menurutnya Kementerian Hukum dan HAM memberikan penanganan maksimal kepada seluruh narapidana korban tewas dan luka kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021).

Dia mencontohkan pemberian uang akomodasi pemakaman kepada seluruh ahli waris korban tewas sebesar Rp 6 juta per orang dan ditanggungnya seluruh biaya perawatan korban luka.

Proses penyerahan jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang sudah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021)
Proses penyerahan jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang sudah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021) (TribunJakarta.com/Bima Putra)

"Bukan hanya Rp 30 juta itu saja, itu kan santunan. Di luar itu kan banyak, yang Rp 6 juta. Biaya penguburan, pengangkutan," ujar Thurman sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Baca juga: Minggu 3 Narapidana Lapas Tangerang Korban Kebakaran Teridentifikasi: Ini Daftar Lengkapnya

Sebelumnya, uang santunan diberikan Kementerian Hukum dan HAM kepada ahli waris korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang dipertanyakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Pengacara publik LBH Jakarta Oky Wiratama mempertanyakan acuan hukum Yasonna Laoly dalam menetapkan besaran uang santunan sebesar Rp 30 juta karena dinilai tidak berdasar.

"Pemerintah seharusnya mengacu kepada aturan hukum karena kita negara hukum. Kalau kita bandingkan berapa sih nominal yang layak, saya bandingkan dengan PP Nomor 92 Tahun 2015 tentang Ganti Kerugian," tutur Oky, Minggu (12/9/2021).

Dalam Pasal 95 KUHAP disebutkan jumlah besaran ganti kerugian dalam kasus ditangkap, ditahan, dituntut, diadili, atau dikenakan tindakan lain tanpa alasan UU dan kekeliruan mengenai orang.

Baca juga: Polisi: Dugaan Asal Api Kebakaran Lapas Tangerang dari Sel Nomor 4

Kemudian bila mengacu pada PP Nomor 92 Tahun 2015 tentang Ganti Kerugian tentang Pelaksanaan KUHAP diatur bahwa besaran ganti rugi paling kecil Rp 50 juta dan paling besar Rp 600 juta.

"Jadi kalau melihat bandingkan jika perbuatan tersebut mengakibatkan mati orang tersebut meninggal, besarnya ganti kerugian paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 600 juta," lanjut Oky.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved