Lansia Dagang Pengki Buat Salut Kang Dedi, Tolak Diberi Uang: Kalau Masih Bisa Kenapa Minta

Pasalnya, lansia bernama Ja'i yang sudah berusia 76 tahun ini menolak saat diberikan uang oleh mantan Bupati Purwakarta itu.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi salut terhadap seorang lansia penjual pengki yang menolak diberikan uang olehnya. 

Kang Dedi Minta Lansia Tak Bekerja di Penambangan Ilegal

Kang Dedi Mulyadi memberikan uang setara upah sebulan kepada lansia kuli pemecah batu asalkan tak lagi bekerja penuh risiko di area penambangan tak berizin.
Kang Dedi Mulyadi memberikan uang setara upah sebulan kepada lansia kuli pemecah batu asalkan tak lagi bekerja penuh risiko di area penambangan tak berizin. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Dalam video lain, anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta seorang lansia tak usah bekerja di area penambangan tak berizin.

Sebagai gantinya, Kang Dedi mencoba memberi solusi dengan memberikan uang Rp 1,5 juta kepada lansia itu.

Uang itu sebagai ganti upah sebulan lansia itu bekerja sebagai pemecah batu di kaki Gunung Sanggabuana, Jawa Barat.

Menurut Kang Dedi, bukan hanya karena pekerjaan itu terlalu berisiko untuk lansia bernama Onin itu.

Melainkan supaya tak terjadi kerusakan lingkungan yang terjadi di area penambangan yang ada di kaki Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Apalagi, kata Kang Dedi, setelah di cek ternyata izin penambangan di kaki Gunung Sanggabuana itu telah dibekukan sejak Tahun 2018.

Baca juga: Lihat Lansia Kerja Penuh Risiko di Penambangan, Kang Dedi Kasih Upah Sebulan: Sekarang Istirahat Aja

Namun nyatanya praktik penambangan masih dilakukan meski kini dengan cara manual dan melibatkan warga sekitar.

"Sekarang ini yang dijadikan tamengnya adalah warga," kata Kang Dedi saat meninjau area penambangan di kaki Gunung Sanggabuana seperti yang ditayangkan di akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel dan dilansir TribunJakarta.com, Rabu (8/9/2021).

Saat Kang Dedi mendatangi lokasi penambangan itu, sang mandor proyek jutsru menghilang.

Pria yang juga biasa disapa KDM ini kemudian menemukan warga yang bekerja sebagai kuli pemecah batu di area penambangan itu.

Kang Dedi saat berbincang dengan lansia yang menjadi kuli pemecah batu di kaki Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.
Kang Dedi saat berbincang dengan lansia yang menjadi kuli pemecah batu di kaki Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Menurut KDM, pekerjaan para kuli di sana begitu berisiko karena ancaman tertimpa batu besar yang ada di atas begitu menghantui.

"Penambangan masih berjalan tapi menggunakan tenaga rakyat secara manual dengan risiko yang sangat tinggi yakni kalau kemudian batunya merosot bisa menimpa warga yang tak ada asurasnsi," kata Kang Dedi.

Salah seorang pekerja menyebut ada 30 orang kuli yang bekerja menjadi pemecah batu di area penambangan ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved