Lapas Tangerang Terbakar
Petra Eka Tewas di Kebakaran Lapas Tangerang, Keluarga Temukan Kejanggalan: Coba Tunjukin Keadilan!
Pihak keluarga korban meninggal kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang meminta ke pihak berwenang mengusut secara tuntas kasus tersebut.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Diketahui, sebelumnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemenkumham) telah menyerahkan jenazah Petra Eka alias Etus bin Suhendar, korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, pada Selasa (14/9/2021) pagi ini.
Petra merupakan satu dari beberapa jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi identitasnya oleh tim Disaster Victim Indentification (DVI) RS Polri, pada Senin (13/9/2021) kemarin.
Baca juga: Perhatian dan Penuh Kasih Sayang, Kenangan Petra Korban Kebakaran Lapas Tangerang di Mata Keluarga
Menurut Evi, jenazah anaknya berhasil teridentifikasi melalui hasil sample darah yang diambil dari sang ayah.
Adapun jenazah Petra Eka dimakamkan siang hari ini di TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan.
Kenangan keluarga
Keceriaan serta perhatian Petra Eka alias Etus Bin Suhendar yang merupakan korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, masih begitu membekas di hati ibunda, Evi Nilasari.
Jenazah Petra, dimakamkan di Blok II A TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada siang hari ini, Selasa (14/9/2021).
"Dia anak yang baik, juga punya kasih mesra. Sama mamanya, dia sangat sayang dan sangat peduli," kata Evi mengenang kepergian anaknya di TPU Menteng Pulo, Selasa (14/9/2021).
Evi bercerita, anaknya memang dikenal sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi.
Baca juga: Polisi Kantongi Calon Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang:25 Saksi Diperiksa, 48 Nyawa Napi Melayang
Bahkan kata Evi, semasa hidupnya Petra kerap meminta dirinya memaafkan ulah teman-temannya yang sudah berbuat jahat.
Petra dikenal sebagai sosok pemaaf, dan peduli dengan keluarga serta orang-orang di sekitarnya.

"Dia suka ngabarin, nanya 'mama udah makan belum? jangan sampai sakit ya mah'. Dia peduli sama semua orang di rumah. Dia sangat baik. Dijahatin temennya juga dimaafin," kata Evi.
Salah satu hal yang paling membekas bagi Evi, adalah perhatian dan tingkah jahil Petra.
Di depan pusara sang anak, Evi menuturkan ia kerap bercanda dengan Petra saat di rumah, sebelum anaknya itu menjalani masa hukuman di Lapas Kelas 1 Tangerang.
Petra pun dikenal begitu perhatian.