Lapas Tangerang Terbakar

LPSK Tawarkan Perlindungan ke Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang

LPSK menyatakan siap memberi perlindungan bagi anggota keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Ilustrasi LPSK Tawarkan Perlindungan ke Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap memberi perlindungan bagi anggota keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9/2021).

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya siap melindungi anggota keluarga korban tewas dan korban luka akibat kebakaran yang belum diketahui sebabnya itu.

Perlindungan bagi anggota keluarga korban dan saksi kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang guna memastikan mereka tidak mendapat tekanan saat proses hukum bergulir hingga pengadilan.

"Sampai sekarang belum ada anggota keluarga yang mengajukan permohonan perlindungan. Tapi sekarang anggota keluarga sudah bisa mengajukan permohonan," kata Edwin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Ratusan Narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang Jalani Trauma Healing Usai Alami Insiden Kebakaran Maut

Anggota keluarga bisa mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK karena jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya sudah menyatakan adanya tindak pidana dalam kebakaran Blok C2.

Jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya pun sudah menaikkan status penanganan dari penyelidikan ke penyidikan atau kini sedang mencari tersangka pemicu kebakaran besar tersebut.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

LPSK yang berwenang memberikan perlindungan bagi korban dan saksi dalam kasus tindak pidana pun berencana menemui anggota keluarga korban guna membahas perlindungan.

"Anggota keluarga bisa memohonkan perlindungan pemenuhan hak prosedural dan restitusi (ganti rugi). Pendampingan psikologis dan perawatan medis untuk korban yang selamat," ujarnya.

Termasuk perlindungan berupa rumah aman dapat diberikan, bentuk perlindungan ini ditentukan pihak LPSK setelah anggota keluarga mengajukan permohonan perlindungan.

Edwin menuturkan pihaknya juga mendukung upaya penyidikan dilakukan jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus yang menewaskan 49 narapidana tewas dan puluhan lain luka.

Baca juga: Pegawai KPI Korban Perundungan Bakal Sambangi Komnas HAM dan LPSK

"Perlu dipastikan mengapa peristiwa tersebut terjadi. Siapa yang bertanggungjawab atas hilangnya nyawa dan korban luka-luka? Korban harus dipenuhi hak-haknya," tuturnya.

Sebagai informasi, dari penyidikan sementara jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya menemukan dugaan tindak pidana unsur kesengajaan dan kelalaian pemicu kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik mendapati adanya dugaan tindak pidana sebagaimana pasal 187 KUHP tentang kesengajaan dan 188 KUHP tentang kealpaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved