Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Mulai Hari Ini Vaksin Moderna dan Pfizer Tersedia Diseluruh Fasilitas Kesehatan di DKI

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI menetapkan kebijakan baru terkait vaksinasi yang diberlakukan mulai hari ini, Kamis (16/9/2021).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tim vaksinator Puskesmas Kecamatan Kramat Jati saat menunjukkan vial vaksin Covid-19 jenis Moderna yang digunakan untuk booster, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021).T 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menetapkan kebijakan baru terkait vaksinasi Covid-19.

Melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI menetapkan kebijakan baru terkait vaksinasi yang diberlakukan mulai hari ini, Kamis (16/9/2021).

Yakni, mulai hari ini Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas memaksimalkan fasilitas kesehatan (faskes) dan sentra vaksin yang ada di tiap wilayah untuk melayani semua jenis vaksinasi  secara bersamaan, baik itu Sinovac, Astra Zenecca, Moderna, maupun Pfizer.

"Mulai hari ini, layanan vaksinasi jenis Moderna dan Pfizer tersedia di seluruh faskes dan sentra vaksin di Jakarta. Untuk jenis Moderna, bisa disuntikkan bagi WNI KTP seluruh Indonesia. Sedangkan, untuk jenis Pfizer, hanya RS Vertikal (RS milik Kementerian Kesehatan) dan faskes di bawah naungan Kementerian Kesehatan, serta faskes TNI/Polri yang bisa menyuntikkan untuk WNI KTP seluruh Indonesia. Faskes di luar itu, hanya bisa menyuntikkan Pfizer bagi WNI ber-KTP DKI Jakarta dan domisili di Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti.

Vaksin Moderna dan Pfizer diberikan pada sasaran dosis pertama. Lebih detailnya, vaksin Pfizer diberikan untuk sasaran usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil.

Sementara vaksin Moderna sasaran usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil.

Lebih lanjut, Widi menjelaskan bagi peserta vaksinasi dengan immunocompromised, seperti penyakit komorbid berat, penyakit autoimun, pasien dalam terapi imunosupresan harus sesuai dengan rekomendasi dokter.

"Puskesmas akan melakukan koordinasi dengan RSUD apabila dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pada calon peserta vaksin sesuai dengan indikasi medis," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved