Breaking News:

Dugaan Pungli di Pasar Induk Kramat Jati Belum Tuntas, PD Pasar Jaya Hanya Bisa Beri Sanksi Teguran

PD Pasar Jaya mengakui video dugaan pungutan liar (pungli) yang viral di media sosial terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
GOOGLE via Tribun Jateng
Ilustrasi pungli - PD Pasar Jaya mengakui video dugaan pungutan liar (pungli) yang viral di media sosial terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - PD Pasar Jaya mengakui video dugaan pungutan liar (pungli) yang viral di media sosial terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan lokasi kejadian sebagaimana dalam video berdurasi 1 menit 11 detik yang viral terjadi di Pasar Induk Kramat Jati.

"Betul di pasar. Kami akan lakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola karena perparkiran kita dikelola oleh pihak ketiga ya," kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya, tindakan pungli sebagaimana dalam narasi video yang beredar belum bisa dipastikan karena PD Pasar Jaya masih menunggu konfirmasi pihak ketiga pengelola parkir.

Pun video sudah viral di media sosial sejak Jumat (17/9/2021), hingga kini baik pihak ketiga pengelola parkir dan PD Pasar Jaya masih belum bisa menentukan benar atau tidaknya pungli terjadi.

Lapak pedagang kopi yang dipungli Rp 800 per bulan oleh petugas Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/12/2018).
Lapak pedagang kopi yang dipungli Rp 800 per bulan oleh petugas Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Agus menuturkan pihaknya juga tidak memiliki tenggat waktu pasti untuk penelusuran memastikan kejadian, dengan alasan petugas yang diduga melakukan pungli bekerja di bawah pihak ketiga.

"Bergantung dari pihak pengelola parkirnya memberikan informasi kepada kita. Karena menetapkan salah dan benar butuh keterangan yang valid apalagi ini dikelola oleh pihak ketiga," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Telusuri Dugaan Pungli Parkir di Pasar Induk Kramat Jati

Perihal sanksi bila terbukti melakukan pungli, Agus menyebut pihaknya hanya bisa menjatuhkan sanksi teguran karena pelaku bukan merupakan pegawai PD Pasar Jaya.

PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Induk Kramat Jati beralasan hanya bisa meminta perusahaan yang bertugas mengelola parkir berbenah guna mencegah kasus serupa terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved