Breaking News:

Sigapnya Kang Dedi Soal Macan di Sanggabuana buat Kaget Pecinta Alam: Saya Aktivis, Bukan Pejabat

Kesigapan Anggota DPR RI Dedi Mulyadi soal informasi adanya macan di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat membuat heran para pecinta alam.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Kang Dedi Mulyadi bersama pecinta alam saat melihat rekaman keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kesigapan Anggota DPR RI Dedi Mulyadi soal informasi adanya macan di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat membuat heran para pecinta alam.

Pasalnya, Kang Dedi Mulyadi alias KDM sudah tiba di lokasi kurang dari satu jam sejak diinformasikan adanya macan yang menerkam domba warga di kaki Gunung Sanggabuana.

Padahal, letak Gunung Sanggabuana berada di kawasan Karawang, sedangkan kediaman Kang Dedi ada di Purwakarta, Jawa Barat.

Kang Dedi pun langsung menuju lokasi menggunakan sepeda motor Vespa matic kesayangannya untuk menghemat waktu.

Meski sampai harus terjatuh dari motor karena medan yang terjal, Kang Dedi sampai di lokasi kurang dari satu jam.

Baca juga: Kang Dedi Siapkan Domba Warga untuk Macan Tutul Jawa: Dia Ambil Hak karena Haknya Dirampas Manusia

Alhasil, dia masih sempat menyelamatkan domba mati yang sudah diracun warga untuk dikuburkan.

Adapun domba yang mati diterkam macan itu sengaja diberi racun agar maung yang memakan bangkai hewan itu juga ikut keracunan dan mati.

Namun Kang Dedi yang marah dengan perbuatan warga itu meminta warga mengubur bangkai domba itu.

Kang Dedi Mulyadi menegur warga yang menggunduli hutan sehingga jadi penyebab macan menerkam sejumlah domba ternak warga di kaki Gunung Sanggabuana.
Kang Dedi Mulyadi menegur warga yang menggunduli hutan sehingga jadi penyebab macan menerkam sejumlah domba ternak warga di kaki Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Sebab, menurut Kang Dedi, macan tutul Jawa penghuni Gunung Sanggabuana turun menerkam ternak warga karena alam mereka di hutan sudah dirusak manusia.

"Kalau kemarin saya enggak gerak cepat, domba yang diracun itu untuk dikubur, ceritanya mungkin lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved