Usai Macan Tutul, Kang Dedi Ingin Buktikan Harimau Jawa Masih Ada dengan Berbekal Cara Ini
Usai berhasil membuktikan macan tutul Jawa masih ada di Gunung Sanggabuana, Dedi Mulyadi ingin melakukan hal yang sama kepada harimau Jawa.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Usai berhasil membuktikan macan tutul Jawa masih ada di Gunung Sanggabuana, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi ingin melakukan hal yang sama kepada harimau Jawa.
Hal itu dikatakan Kang Dedi saat dia menyaksikan rekaman keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana dari kamera trap yang dipasangnya bersama Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition.
Pasalnya, ujar tim dari TNGHS, selama ini harimau Jawa dibilang punah karena belum ada visualnya yang terekam kamera sebagai bukti.
Meskipun sebenarnya ada warga yang mengaku pernah melihat harimau mirip harimau Jawa.
Mendengar hal itu, Kang Dedi berencana menambah lagi titik pemasangan kamera trap untuk mengetahui keberadaan satwa di alam liar.
Baca juga: Sigapnya Kang Dedi Soal Macan di Sanggabuana buat Kaget Pecinta Alam: Saya Aktivis, Bukan Pejabat
Diketahui, keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana dapat terlihat dari kamera trap yang dipasang Anggota DPR Dedi Mulyadi dan TNGHS.
Total ada 10 unit kamera trap yang terpasang di Gunung Sanggabuana, 8 unit dari TNGHS dan 2 unit dari Dedi.
Kamera trap dengan sensor gerak dan infra merah yang dipasang mantan bupati Purwakarta dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition ini ternyata berhasil merekam macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Di salah satu titik pemasangan, dua kamera dipasang berhadapan, satu dengan mode perekaman video dan satu dengan mode perekaman foto.
"Sekarang gini, dimana ada laporan perjumpaan (dengan harimau Jawa) yuk dengan saya pasang kamera," kata KDM dilansir dari akun Youtube miliknya di Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (21/9/2021).
"Kemarin ada info petani lihat harimau di perbatasan antara kebun dan hutan," ujar Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta.
Wahyu pun meminta timnya untuk menelusuri laporan itu untuk mengecek apakah ada jejak maupun bekas cakaran dari hewan yang dimaksud.
Namun Kang Dedi menduga harimau yang dilihat warga itu adalah 'harimau' jadi-jadian yang menjaga kawasan Gunung Sanggabuana.
"Tapi itu harimau yang diiringi dengan gamelan, suling. Memang penampakan fisik ga mungkin," ujar Kang Dedi.
Baca juga: Kang Dedi Siapkan Domba Warga untuk Macan Tutul Jawa: Dia Ambil Hak karena Haknya Dirampas Manusia
"Setiap orang bilang jumpa kita cek jejaknya gapernah nemu," kata Wahyu menimpali ucapan KDM.