Breaking News:

Heboh Pinjol Ilegal, Simak Cara Cerdas dalam Memilih Layanan Fintech

Maraknya muncul fintech lending ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan.

KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO
Heboh kabar pinjaman online ilegal beberapa waktu belakang, berikut cara cerdas memilih layanan fintech lending. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Heboh kabar pinjaman online ilegal beberapa waktu belakang, berikut cara cerdas memilih layanan fintech lending.

Saat ini  jasa layanan pinjaman online atau pinjol menjadi salah satu solusi di masa pandemi untuk memenuhi kebutuhan finansial.

Tomi Joko Irianto, Analis Senior Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Financial Technology OJK menyatakan, 5 tahun semenjak munculnya Fintech lending di Indonesia, Indeks
literasi masih berada pada angka 38,03 persen dan indeks inklusi pada 76,19 persen.

"OJK terus mendorong penyelenggaraan P2PL untuk menunjang inklusi keuangan sehingga dapat
terjadi pemulihan ekonomi di masa pandemi ini," papar Tomi.

Ilustrasi
Ilustrasi (KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO)

Tomi menyatakan, saat ini terdapat 107 penyelenggara Fintech lending yang terdaftar/berizin di OJK, dan sudah terdapat 3.365 penyelenggara Fintech lending ilegal yang ditutup oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

Untuk itu,  Tomi menghimbau masyarakat untuk memeriksa status legalitas Fintech lending.

Baca juga: Kasus Seputar Pinjol Jadi Sorotan: Nafa Urbach Terima Teror, Pramugari Ini Malah Dianiaya Suami

"Bisa periksa statusnya melalui website OJK dan masyarakat diharapkan melaporkan ke OJK/SWI apabila menemukan ada fintech lending ilegal," aku Tomi.

Maraknya muncul fintech lending ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan.

"Apabila mengalami permasalahan pinjol ilegal dan merasa tak pernah melakukannya, maka sebaiknya laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)."

"Nanti OJK bisa menginformasikan Kominfo untuk menurunkan platform tersebut," ujar Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dalam konferensi pers pada Rabu (22/9).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved