Breaking News:

Kasus Ibu & Anak Masih Misteri, Tangis Kakak Tuti Cerita Adiknya Dihabisi: Kayak Gaya PKI, Biadab!

Kakak Tuti Suhartini, Yeti Mulyati kesal kasus temuan jasad ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap. Ia menilai pembunuhan itu mirip gaya PKI

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
TribunJabar
Yeti Mulyati (60), kakak Almarhumah Tuti Suhartini, korban kasus Subang. Kakak Tuti Suhartini, Yeti Mulyati kesal kasus temuan jasad ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kakak Tuti Suhartini, Yeti Mulyati kesal kasus temuan jasad ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap.

Korban Tuti Suhartini serta anaknya Amalia Mustika Ratu ditemukan tak bernyawa di bagasi mobil di kediamannya Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).

Yeti mengaku keluarga besar korban ingin pelaku lekas terungkap. Namun, mereka tetap menyerahkan kasus jasad ibu dan anak itu kepada pihak kepolisian.

"Kesal aja, ingin cepat-cepat banget," kata Yeti dikutip dari akun Youtube KompasTV, Rabu (22/9/2021).

Yeti mengakui kasus tersebut bukanlah persoalan ringan. Ia pun menilai pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu cukup biadab.

Baca juga: Sosok Kunci Pembunuhan Ibu & Anak di Subang Ngaku Pura-pura Tidur, Ada Kejanggalan di Jaket Yosef

Yeti menyebutkan pembunuhan tersebut mirip dengan gaya PKI.

"Katanya enggak cukup dibunuh, dibuka bajunya. Kayak gaya PKI itu, biadab," tutur Yeti sambil menangis.

"Benci, aku dendam sekali kayak orang itu yang membunuhnya, Gerwani banget," tambahnya Yeti terisak.

Tim dari Bareskrim Polres saat di TKP kasus pembunuhan Mustika Ratu dan Tuti di Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, Kamis (16/9/2021).
Tim dari Bareskrim Polres saat di TKP kasus pembunuhan Mustika Ratu dan Tuti di Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, Kamis (16/9/2021). (Tribun jabar/ Dwiky)

Ditanya mengenai kenangan terhadap korban, Yeti menyebutkan adik dan keponakannya tersebut merupakan orang yang baik.

Apalagi, kata Yeti, pengajian untuk mendoakan mendiang Tuti dan Amalia dihadiri cukup banyak orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved