Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak

Terungkap Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak KKO, Total Kerugian Rp 2,5 Miliar

Penyebab kebakaran di Cahaya Swalayan di Jalan Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta Selatan terungkap.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Warga gotong royong memimdahkan tabung gas elpiji di dekat pusat perbelanjaan Cahaya Swalayan yang terbakar di Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Penyebab kebakaran di Cahaya Swalayan di Jalan Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta Selatan terungkap.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran Cahaya Swalayan diduga disebabkan karena korsleting listrik.

"Diduga karena korsleting listrik," kata Kepala Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Mulat Wijayanto saat dikonfirmasi, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu, Mulat menyebut total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Selatan akan ikut menyelidiki penyebab kebakaran Cahaya Swalayan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mencari tahu penyebab kebakaran.

"Kita akan koordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk mencari tahu atau memastikan penyebab dari kebakaran tersebut," kata Azis di lokasi, Selasa (21/9/2021) malam.

Sebelum itu, jelas Azis, polisi akan lebih dulu mensterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) dengan melakukan penutupan sementara.

"Kita akan segera melakukan status quo yaitu setelah proses pemadaman selesai dan api benar-benar dinyatakan telah padam, baru kita akan melakukan penyelidikan maupun penyidikan dengan diawali status quo atau menutup TKP ya," ujar dia.

Baca juga: Kota Kasablanka Distribusikan Lebih Dari 100.000 Vaksin Covid-19, Berikut Jadwal Pelaksanaanya

Selain itu, nantinya polisi berencana memeriksa sejumlah saksi.

Butuh waktu lebih dari 3 jam bagi petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk memadamkan kobaran api.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi mengakui pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi adalah terkait sumber air.

Namun, setelah berkoordinasi dengan Korps Marinir Cilandak, kendala sumber air tersebut berhasil diatasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved