Banjir Simpang Mampang Bukan Cuma Soal Genangan, Ada Nyawa Terancam Hingga Ibadah yang Terganggu

Penyebabnya banjirpun klise, lagi-lagi soal sampah yang tersumbat di bawah jembatan Jalan Raya Sawangan

Dwi Putra / Tribun Jakarta
Banjir di Simpang Mampang, Pancoran Mas, yang menggenangi Masjid Al-Istiqomah, Kamis (23/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Banjir di Simpang Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, bukan hanya sekedar genangan yang merendam jalan dan pemukiman.

Lebih dari itu, sebuah nama baik tak lagi bisa dipertahankan, hingga akhirnya nyawa yang terancam menjadi taruhan.

Bahkan, banjir ini juga mengganggu umat muslim yang hendak beribadah di Masjid Jami Al-Istiqomah, musabab air masuk ke dalam area masjid.

Sejak dini hari tadi, kawasan Simpang Mampang yang kini dicap sebagai kawasan langganan banjir, kembali terendam luapan air Kali Licin.

Penyebabnya pun klise, lagi-lagi soal sampah yang tersumbat di bawah jembatan Jalan Raya Sawangan.

Namun demikian, banjir kali ini memiliki dampak terparah dari sebelum-sebelumnya.

Sejak pagi hari, lalu lintas di Jalan Raya Sawangan sudah macet total hingga berimbas pada penuhnya jalan tikus akibat dilewati para pengendara yang mencari jalur alternatif.

Baca juga: Menkes Sedih, Lebih dari 12 Persen Lansia Tutup Usia Karena Covid-19

Baca juga: Bahannya Mudah Ditemukan di Dapur, Cek Cara Membuat Teh Bawang Putih untuk Turunkan Berat Badan

Di lokasi, sejumlah kendaraan roda dua pun nampak mogok usai nekat menerjang banjir dengan ketinggian 40 sentimeter atau kurang lebih sebetis orang dewasa.

Tak hanya itu, pengendara roda dua yang melintas di  Jalan Raya Sawangan atau yang biasa disebut tanjakan DTC juga banyak yang tergelincir, hingga membahayakan nyawanya.

Menanggapi kondisi ini, salah seorang warga sekitar, Gandi, yang merupakan penduduk asli di sekitaran Simpang Mampang, mengaku banjir ini sudah terjadi sejak sekiranya 10 tahun silam.

“Ini dari sepuluh tahun yang lalu, sejak saya dulu di LPM 2010 itu saja sudah kondisi seperti ini. Bahkan kalau gak hujan pun dia sudah seperti ini banjir. Kiriman dari Bogor,” ungkapnya pada TribunJakarta di lokasi, Kamis (23/9/2021).

Gandi mengatakan, terkini kondisi Kali Licin cukup dangkal, meskipun telah dinormalisasi pada 2016 silam.

“Kali Licin memang sudah dangkal. Dulu pernah saya normalisasi tahun 2016 sepanjang dari madrasah sampai bendungan sana,” katanya.

Baca juga: Simpang Mampang Depok 7 Jam Terendam Banjir, Petugas Bertaruh Nyawa Evakuasi Potongan Kayu

Selain dangkal, banyak jembatan-jembatan milik pribadi di atas Kali Licin yang tak sesuai standarnya juga dikeluhkan oleh Gandi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved