Sepanjang 2021, Terjadi 71 Kasus Kekerasan Anak di Tangsel, Mayoritas Persetubuhan dan Psikis

Sepanjang tahun 2021 yang baru sampai Bulan Agustus ini, sudah terjadi 71 kasus kekerasan anak yang terjadi di Tangerang Selatan

Kompas.com/ Shutterstock
Ilustrasi kekerasan pada anak 

TRIBUN JAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sepanjang tahun 2021 yang baru sampai Bulan Agustus ini, sudah terjadi 71 kasus kekerasan anak terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel).

Data tersebut hanya yang berhasil tercatat oleh Pemerintah Kota Tangsel, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Belum termasuk yang tidak terdata ataupun yang tidak melapor ke P2TP2A.

"Ada 70-an kasus, yang masihg proses di kepolisian ada 14," kata Kepala UPTD P2TP2A Tangsel, Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021).

Selain proses penyelesaian kasus melalui jalur hukum, mayoritas diselesaikan melalui mediasi.

dari 71 data korban kekerasan anak, jumlah anak perempuan dua kali lipat dari anak laki-laki.

Tri juga mengungkapkan, selama delapan bulan ini yang termasuk pada situasi pandemi Covid-19, jenis kekerasan yang paling banyak menimpa korban anak adalah kekerasan fisik, psikis dan persetubuhan.

"Paling banyak persetubuhan sama psikis," ungkap Tri.

Baca juga: Cara Daftar Lowongan Kerja BUMN Telkom, Lulusan S1 dan S2 Buruan Daftar Sebelum Ditutup

Baca juga: Pendarahan Otak Terjadi Karena Berhubungan dengan Vaksin Covid? Ini Penjelasan Lengkap Dokter

Yang lebih mencengangkan, mayoritas pelaku dalah orang terdekat, masih dalam lingkungan keluarga.

Data tersebut menunjukkan pergeseran dari beberapa tahun sebelumnya bahwa pelaku kekerasan anak umumnya orang tidak di kenal.

"Pelaku biasanya orang terdekat, tetangga, paman, orang tua tiri," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved