Breaking News:

Diduga Oknum Ormas Ketahuan Melakukan Pungli ke Pedagang di Ciledug, Sempat Terjadi Intimidasi

Terjadi lagi dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum organisasi masyarakat (ormas)

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Polsek Ciledug melakukan penyelidikan terkais kasus pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) di Puri Beta, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Jumat (24/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Terjadi lagi dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum organisasi masyarakat (ormas) di kawasan Puri Beta, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Pungutan liar tersebut pun tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak Polsek Ciledug.

Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait aksi premanisme dalam bentuk pungli.

Baca juga: Mengungkap Siapa Dalang yang Perintahkan 17 Satpam Pelaku Intimidasi dan Pungli di Kembangan Jakbar

Sebab, kasus tersebut terlanjur beredar di media sosial.

"Kita telah mengecek ke lokasi yang diduga ada di video tersebut, ternyata tidak ada soal kasus itu. Tapi kita terus melakukan penelusuran terkait itu," ujar Poltar saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Dia melanjutkan, pihaknya tengah mencari pihak yang merekam adegan pemalakan tersebut.

Baca juga: Viral Belasan Satpam Diduga Pungli Penghuni Perumahan di Kembangan, Ini Dia Calon Tersangkanya

Sebab, dari situ pihaknya dapat segera menyelidiki lebih lanjut dan menindak pelaku premanisme yang meresahkan masyarakat.

"Yang buat viral itu sudah kita hubungi dan belum mendapat balasan. Ini kan aksi premanisme dan melakukan pungli, akan kami sikat kalau benar," tegas Poltar.

Sebagai informasi, sebuah video amatir viral di media sosial.

Video yang berdurasi satu menit itu menunjukan adanya aksi pungli antara preman dengan pedagang Siomay.

Baca juga: Setelah Viral, Petugas Parkir Tarik Pungli di Pasar Induk Kramat Jati Dipecat

Dalam video tersebut, seorang preman itu meminta uang terhadap pedagang dengan mengatasnamakan untuk anak yatim.

Namun, pedagang itu tidak memberikan dan oleh preman yang diduga dari ormas tersebut melakukan pemukulan dan penendangan.

Bahkan oknum tersebut juga tak segan mengintimidasi si pedagang.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved