Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kabar Gembira! Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Sepi, Hanya Terisi 1 Pasien

Satu pasien itu merupakan rujukan dari salah satu pesantren di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Ciater, Serpong, Rabu (6/1/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Angka kasus Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengalami penurunan.

Pada puncaknya, seperti pada Juli 2021 lalu, dalam satu hari bisa terdapat ratusan kasus Covid-19 baru, dan puluhan orang meninggal dunia.

Kini, melihat data lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, angka kasus Covid-19 menembus ratusan baru terjadi dalam hitungan pekan.

Selama dua pekan terakhir, sejak 13 September 2021 hingga hari ini, Senin (27/9/2021) ada 176 kasus Covid-19 baru.

Sedangkan selama tempo dua pekan itu, satu orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Penurunan drastis penularan virus ganas itu juga bisa terlihat pada jumlah penghuni Rumah Lawan Covid-19 (RLC) yang merupakan tempat karantina terpusat di Tangsel.

Baca juga: Saat Ini Sudah Ada 65 Perusahaan Esensial di Jakarta Uji Coba WFO 100 Persen

Koordinator RLC, Suhara Manullang, mengungkapkan, saat ini hanya ada satu pasien Covid-19 yang sedang isolasi.

"Sekarang cuma satu orang pasiennya. Isolasi sendiri dia kasian juga nunggu teman. Ya tapi kita tetap waspada," kata Suhara melalui sambungan telepon, Senin (27/9/2021).

Satu pasien itu merupakan rujukan dari salah satu pesantren di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Belasan pasien Covid-19 sembuh di RLC Tangsel, Minggu (29/11/2020).
Belasan pasien Covid-19 sembuh di RLC Tangsel, Minggu (29/11/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Suhara mengatakan, angka keterisian RLC sebanyak satu pasien ini adalah kali pertama, sejak awal pandemi.

"Oiya, belum pernah, dulu Maret sebelum lebaran itu paling dikit 25 orang, sekarang satu. Kemudian diteruskan mudik bersama lonjakan tuh," kata Doksu (Dokter Suhara), panggilan karibnya.

Penurunan drastis jumlah penghuni Covid-19 terasa sejak dua pekan terakhir.

"Itu sejak ya dua mingguan yang lalu. Karena kan kalau tidak ada pasien yang masuk otomatis pasien akan terus berkurang."

"Jadi RLC itu kan merawat selama 13-14 hari. Jadi kalau dalam kurun waktu itu tidak ada pasien masuk pasti ada penurunan jumlah secara bertahap," papar Doksu.

Kendati pasien Covid-19 yang dirawat semakin sedikit, Doksu tetap waspada, karena bisa saja ada gelombang lonjakan kasus berikutnya.

"Ya tapi kita tetap waspada," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved