Balita Hingga Dewasa Mengemis Sebagai Manusia Silver di Tangsel, 3 Jam Dapat 300 Ribu
Semua kalangan usia terjun mengemis alih-alih menjajakan seni patung hidup atau living statue dengan mencat diri berwarna silver
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Menjadi manusia silver dan meminta-minta uang di jalan, seperti menjadi pekerjaan yang menjanjikan di Tangerang Selatan (Tangsel).
Semua kalangan usia terjun mengemis alih-alih menjajakan seni patung hidup atau living statue dengan mencat diri berwarna silver.
Setelah sepekan terakhir viral bayi usia 10 bulan dimanfaatkan untuk mengais uang dengan dicat silver sekujur tubuhnya, Satpol PP kembali mengamankan 19 manusia silver, pada Selasa (28/9/2021).
Dari 19 itu, dua di antaranya adalah balita, laki-laki usia tiga tahun. Tiga lainnya masih anak-anak. Sedangkan 14 orang lagi tergolong dewasa.
"Laki-laki dewasa 10 orang, perempuan dewasa 4 orang. Anak-anak, laki-laki 13 tahun, 3 tahun dan 3 tahun, perempuan usia 14 tahun dan 6 tahun," papar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry, Rabu (29/9/2021).
Muksin menjelaskan, ke-19 manusia silver dari anak hingga dewasa itu diangkut dari beberapa titik di Tangsel.
"Kita razia di Razia Simpang Muncul, Saimpang Gaplek, Rempoa sampai Gintung, Bintaro Plaza, Graha Bintaro dan Alam Sutera," ujar Muksin.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sedih Ada Bayi Jadi Manusia Silver di Tangsel: Pemkot Harus Tanggung Jawab
Tidak semua manusia silver dewasa itu ber-KTP Tangsel, mayoritas pendatang.
"Dewasa laki-laki ber-KTP Tangsel 6 orang, yang luar Tangsel 4 orang. Perempuan dan anak-anak di luar KTP tangsel," jelasnya.
Tak ayal semua kalangan turun ke jalan hanya bermodal mengecat diri warna silver.
Mereka mendapatkan uang yang tidak sedikit hanya dalam waktu beberapa jam.
Baca juga: Kak Seto Sebut Bayi Silver di Tangsel Runtuhkan Predikat Kota Layak Anak: Kok Sampai Ada Pembiaran
Muksin mengungkapkan, hanya dalam tiga jam, maanusia silver bisa meraup Rp 300 ribu.
"Pendapatan sehari 80.000 sampai dengan 300.000 selama 3 jam. Setiap harinya jam 3 sore sampai jam 10 malam manusia silver bergerak rata-rata mereka bergerak hanya tiga jam," ungkap Muksin.
Setelah diamankan Satpol PP, para manusia silver dewasa dibina di Dinas Sosial Tangsel.
"Yang anak-anak di bawah umur dan ibunya dibawa ke Kemensos Balai Melati Bambu Apus Jaktim," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/satpol-pp-razia-manusia-silver-di-tangsel-selasa-2892021.jpg)