Breaking News:

Cerita Kriminal

4 Tahun Buat dan Edarkan Uang Palsu, Komplotan Residivis Terancam 15 Tahun Penjara

Ancaman kurungan penjara 15 tahun lamanya menanti komplotan pembuat dan pengedar uang palsu asal Kota Depok, Jawa Barat

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Keempat tersangka yang mengaku sebagai polisi, memeras korban bernama Wahyudi pemilik toko kosmetik di Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Ancaman kurungan penjara 15 tahun lamanya menanti komplotan pembuat dan pengedar uang palsu asal Kota Depok, Jawa Barat.

Komplotan tersebut terdiri dari empat orang, OD dan H yang merupakan seorang residivis berperan sebagai pembuat, sementara TS dan MP berperan sebagai pengedarnya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, para pelaku disangkakan Pasal 244 KUHP tentang pembuatan atau penyebaran uang palsu.

“Pasal yang kami sangkakan Pasal 244 KUHP subsider Pasal 245 KUHP, hukuman pidana penjara ancaman 15 tahun,” ujar Imran saat memimpin ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, didampingi Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Sadjab, dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Kamis (30/9/2021).

Imran berujar, pelaku OD dan H yang berperan sebagai pembuat uang palsu telah melakoni profesinya sejak empat tahun silam.

Sementara para pengedarnya, baru beberapa bulan belakangan ini.

“Sejak 2017, kurang lebih empat tahun. Diedarkannya di di Depok, Bogor, Lampung, Jepara,” jelasnya.

Baca juga: Kurungan Penjara Tak Buat 2 Pria Ini Kapok, Setelah Bebas Malah Jadi Pembuat Uang Palsu

Sebelumnya, Imran mengatakan modus yang digunakan para pelaku adalah si pengedar membeli sejumlah uang palsu menggunakan uang asli kepada si pembuat.

“Jadi dua tersangka yang berstatus pengedar ini membeli kepada dua tersangka lainnya. Misal mereka beli uang palsu senilai Rp 10 juta, dengan uang asli senilai Rp 1 juta,” kata Imran didampingi Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Sadjab, dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Selanjutnya, uang palsu tersebut digunakan pelaku yang berstatus sebagai pengedar, untuk berbelanja di sejumlah pasar.

Para tahanan dan barang bukti uang palsu di Mapolres Depok, Kamis (30/9/2021)
Para tahanan dan barang bukti uang palsu di Mapolres Depok, Kamis (30/9/2021) (Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta)

Tak sembarang tempat, para pelaku mengincar toko yang tengah ramai pelanggan, agar korbannya tak sadar bahwa uang yang diterima dari pelaku adalah uang palsu.

“Jadi yang dua ini beli Rp 10 juta dengan harga Rp 1 juta menggunakan uang asli. Kemudian diedarkan di pasar lagi,” tuturnya.

“Misal dia belanja Rp 10 ribu, bayarnya pakai uang palsu Rp 100 ribu, nanti ada kembalian Rp 90 ribu dari pedagang menggunakan uang asli,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved