Pencarian Hari Kedua, Bocah 13 Tahun warga Makasar yang Hanyut Belum Ditemukan

Pencarian di hari kedua ini dihentikan sementara pada pukul 17.15 WIB karena pada malam hari minim penerangan

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra / Tribun Jakarta
Personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat melakukan pencarian korban di Makasar, Jumat (1/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Upaya pencarian Andrian Maulana (13), warga Kampung Makasar, Kelurahan/Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang hanyut di gorong-gorong pada hari kedua pencarian Jumat (1/10/2021) belum berhasil.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan hingga pukul 17.15 WIB pencarian dihentikan sementara korban belum ditemukan.

"Sejak pukul 09.33 WIB tadi kita melakukan pencarian korban dengan menyusuri dari awal TKP, Kali Siluman, BKT, hingga (aliran) Kalimalang. Tapi korban belum ditemukan," kata Gatot di Makasar, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2021).

Pencarian di hari kedua ini dihentikan sementara pada pukul 17.15 WIB karena pada malam hari minim penerangan, sehingga dikhawatirkan justru membahayakan petugas.

Pencarian Andrian bakal dilanjutkan pada Sabtu (2/10/2021) dengan melibatkan jajaran Damkar dan personel gabungan SAR, pencarian difokuskan di lokasi yang memungkinkan korban tersangkut.

Baca juga: Dianggap Kalah Ganteng dari Pacar Siswi Kelas 4 SD, Dedi Mulyadi Sampai Penasaran: Gimana Sih Guys?

"Dihentikan sementara dan dilanjutkan besok hari. Mudah-mudahan besok korban bisa ditemukan," ujarnya.

Ketua RT 09/RW 02 Kelurahan Makasar, Heri menuturkan hanyutnya Andrian di gorong-gorong berawal saat korban bermain di dalam U-Ditch atau beton saluran air yang belum ditutup.

Menurutnya, saat Andrian bermain sekira pukul 18.30 WIB debit air di U-Ditch berada di ketinggian sekitar 80 sentimeter karena terdampak hujan deras yang mengguyur Jakarta Timur.

Personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat melakukan pencarian korban di Makasar, Jumat (1/10/2021)
Personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat melakukan pencarian korban di Makasar, Jumat (1/10/2021) (Bima Putra / Tribun Jakarta)

Saat hanyut terseret arus, sejumlah teman Andrian yang berada di lokasi sempat hendak menolong korban, nahas upaya gagal karena debit air saluran menuju Kanal Banjir Timur sedang tinggi.

"Mau melakukan pertolongan tapi karena air deras mengambil tangannya tidak dapat. Akhirnya korban ini terus kebawa air," tutur Heri.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved