Bermasker dan Jaga Jarak, Unjuk Rasa Mahasiswa di dekat Kantor MK Dibubarkan Polisi

Polisi membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa di dekat kantor MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021).

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Polisi membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa di dekat kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 11.15 WIB, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Polisi membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa di dekat kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 11.15 WIB, Rabu (6/10/2021).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, mahasiswa tersebut mengenakan masker dan menjaga jarak.

Jumlahnya pun relatif sedikit, sekira 18 orang. Namun, permintaan aparat menggema dari pengeras suara milik kepolisian setempat.

"Jakarta sedang tidak baik-baik saja, kami minta kalian segera membubarkan diri dari lokasi," terdengar suara aparat yang memegang mikrofon, matanya tertuju kepada mahasiswa tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa ini sempat beradu mulut dengan polisi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat.

Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kadek Budiyarta, menjelaskan kepada mahasiswa tersebut agar tidak berunjuk rasa.

Baca juga: Adu Mulut dengan Polisi, Mahasiswa Ingin Unjuk Rasa di MK soal Omnibus Law

Sebab, menurutnya, menyuarakan pendapat di tempat umum saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kurang tepat.

"Jangan unjuk rasa di tempat umum karena ini kan masih PPKM level tiga di Jakarta," jelas Budi, sapaannya, di lokasi.

Budi tampak mengenakan helm, kacamata hitam, dan masker.

Mahasiswa yang berdatangan pun menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sejumlah mahasiswa beradu mulut dengan polisi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021) siang.
Sejumlah mahasiswa beradu mulut dengan polisi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021) siang. (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Mereka juga mengenakan masker dan menjaga jarak.

"Bahkan kami kurang dari dua puluh orang," ujar seorang mahasiswa, di lokasi yang sama.

Alhasil, mahasiswa ini pun diberikan kesempatan menyampaikan pendapat di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Baca juga: Mahasiswa Unjuk Rasa di Simpang Rawamangun, Protes Dipecatnya 57 Pegawai KPK

Beberapa mahasiswa membawa poster bertuliskan "tolong cabut Omnibus Law".

"Kami ingin menyampaikan pendapat di depan Mahkamah Konstitusi tapi dilarang aparat," ujar perwakilan mahasiswa tersebut.

Diketahui, mahasiswa yang berunjuk rasa ini berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan kampus lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved