PON Papua
Animo Penonton Besar, GOR Cenderawasih Tak Muat Tampung Masyarakat Papua: Panitia Siapkan Videotron
Animo penonton yang menyaksikan cabang olahraga (cabor) tinju di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sangat besar.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAYAPURA - Animo penonton yang menyaksikan cabang olahraga (cabor) tinju di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sangat besar.
Pertandingan tinju PON Papua 2021 digelar di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura.
Para penonton terpantau terus memadati arena pertandingan tinju di GOR Cenderawasih sejak digelar pertama kali pada 5 Oktober 2021.
Pantauan wartawan Tribun Network, kondisi di GOR Cenderawasih sendiri tidak mampu menampung antusias penonton.
Sejatinya, kapasitas GOR Cenderawasih bisa menampung hingga sekitar 2.000 orang penonton.

Namun karena pertandingan tinju PON Papua digelar di tengah pandemi Covid-19, panitia akhirnya memangkas jumlah penonton yang bisa masuk ke dalam GOR Cenderawasih.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, panitia tinju PON Papua telah menyiapkan layar besar di luar arena pertandingan.
Baca juga: Dugaan Sepak Bola Gajah PON Papua, Fakhri Husaini: Mereka Ngomong Begitu Sambil Ngopi
Selain itu, panitia juga telah memasang tenda khusus yang dilengkapi oleh kursi yang bisa ditempati oleh para penonton di luar GOR Cenderawasih.
Ketua Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia), Komaruddin Simanjuntak, mengatakan pihaknya sengaja menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam pelaksanaan pertandingan tinju di PON Papua.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran atau klaster baru di ajang PON Papua 2021.
"Sebenarnya bukan membludak, protokol kesehatan ini kita laksanakan secara ketat," kata Komaruddin Simanjuntak kepada Tribun Network di GOR Cenderawasih.

Komaruddin melanjutkan, prokes ketat yang dijalankan sudah diterapkan di pintu masuk gerbang depan GOE Cenderawasih.
Selain itu, untuk bisa masuk ke GOR Cenderawasih para penonton harus melewati penjagaan ketat petugas keamanan, dan juga alat pendeteksi metal.
"Buktinya masalah prokes ini saya sudah umumkan dalam amanat saya, kursi di dalam stadion harus berselang 2," ujar dia.