Cerita Agus Alias Renata, Waria Tangerang Alih Profesi jadi PSK: Rp 150 Ribu Juga Diembat
"Sudah deal harga, datang deh tamunya. Tapi, begitu tau saya waria, dia langsung deh cancel," ujar dia.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Agus Alias Renata seorang waria yang disinyalir membuka layanan prostitusi online digelandang Satpol PP Kota Tangerang pada Jumat (8/10/2021) malam.
Warga Cengkareng, Jakarta Barat itu terjaring petugas Satpol PP yang menyamar sebagai pengguna jasanya.
Renata mengaku, dirinya berprofesi sebagai perias pengantin sebelum terjun ke dunia prostitusi.
Namun, lantaran resepsi pernikahan dilarang pemerintah seiring pembatasan kegiatan masyarakat karena pandemi Covid-19, dirinya terpaksa beralih profesi menjadi PSK untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Tadinya saya bertahan selama setahun jadi tukang rias. Kan tahu sendiri lockdown sudah mau dua tahun, enggak ada yang boleh pesta, ya sudah mau enggak mau kita kerja kayak begini," ujar Renata kepada TribunJakarta.com, Sabtu (9/10/2021).
Baca juga: Pasangan Sejenis Kaget Digerebek Saat Berdua di Salon, Para Waria Sempat Berusaha Menutupi
Baca juga: Kisah Waria Mbak Wolly Mengajar Anak-anak Mengaji Gratis di Salonnya: Saya Ingin Berbagi Ilmu
Ia bercerita, membuka layanan birahi bagi seorang waria tidaklah semudah yang dibayangkan.
Pasalnya, tidak jarang tamu yang hendak menggunakan jasanya membatalkan secara sepihak.
Tentu saja hal itu terjadi karena calon pengguna jasanya itu baru mengetahui dirinya adalah waria. Padahal, saat itu dirinya telah menyewa unit kamar apartemen di Kota Tangerang
"Sudah deal harga, datang deh tamunya. Tapi, begitu tau saya waria, dia langsung deh cancel," ujar dia.
Baca juga: Terungkap! Pemuda Buat Laporan Palsu Korban Begal di KBT Karena Takut Ketahuan jadi Korban Open BO
Pengalaman pahit yang terus menerus dialami tersebut membuatnya tidak kehabisan akal.
Akal-akalannya yakni mematikan lampu penerangan sesekali dirinya berhasil mengelabui tamunya.
"(Pengguna jasa) engga banyak sih, palingan sehari paling banyak tiga orang,. Kalau untuk tarif mah kita engga kayak cewek-cewek dengan paling murah Rp 300 ribu, kalau kita mah Rp 150 ribu juga embat," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra Fitrayana membenarkan hal tersebut.
Ia menjelaskan, dalam operasi penyakit masyarakat, jajarannya berhasil mengamankan lima orang pasangan yang diduga bukan suami istri.
Baca juga: Panik Terjaring Razia Pekat, Pria di Palembang Malu Tepergok Sembunyilkan Kekasih Di Bawah Ranjang
Selain itu, diamankan satu orang waria yang diduga membuka layanan birahi.
"Kita bergerak di dua kecamatan yakni Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Benda," ucap Agus.
Ia mengakui kelima pasangan yang diduga bukan suami istri yang terjaring operasi hanya diberikan sanksi membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Surat tersebut diketahui oleh ketua RT dan RW tempat tinggal mereka.
"Untuk yang waria kami lakukan pembinaan dengan mengirimnya ke Dinas Sosial Kota Tangerang," pungkasnya.