Formula E
Masa Jabatan Anies Tinggal Setahun Lagi, Anggota DPRD DKI Kent: Sudah Batalkan dan Lupakan Formula E
Hardiyanto Kenneth menganggap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memang tidak mempunyai perencanaan yang matang soal Formula E
Kemudian, Pemprov DKI menyetor 10 juta Euro atau Rp180,6 miliar pada 30 Desember 2019. Terakhir, uang yang diserahkan ke FEO sebesar 11 juta Euro atau Rp 200,3 miliar pada 26 Februari 2021.
Dengan demikian, total commitment fee yang sudah dibayarkan DKI Jakarta sebesar Rp560,3 miliar.
"Lebih realistis sajalah Pak Gubernur Anies, lupakan balapan mobil listrik Formula E ini, lebih baik fokus terhadap program-program janji kampanye yang belum terealisasi-kan. Saat ini sudah berada di ujung 2021, dan masa bakti Pak Anies sebagai Gubernur DKI di Oktober 2022 sudah berakhir."
"Dan saya yakin sekali jika Gubernur yang baru pasti tidak akan mau terbebani oleh hutang kepada FEO Ltd terkait Pagelaran Mobil Balap Listrik Formula E di Jakarta ini, kasihan sekali jika Gubernur baru nanti ibarat tidak makan nangka tetapi kena getahnya," beber Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Sebelumnya PT Jakpro telah mengungkap alasan Formula E batal digelar di Monas, yang utamanya terkait perizinan.
"Monas kayaknya agak berat dari sisi perizinan. Jadi kita cari lokasi ikon Jakarta yang memang menunjukkan Jakarta," kata Direktur Perkembangan Bisnis Jakpro, Gunung Kartiko, usai rapat dengan Komis B DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/10/2021).
Meski rencana balap mobil listrik di kawasan ring satu itu sudah digodok sejak 2020 lalu, lokasi pasti untuk event akbar ini masih belum ditentukan.
Gunung memaparkan ada lima lokasi alternatif untuk penyelenggaraan Formula E dan masih akan disurvei oleh pihak FEO pada Oktober ini.
"Enggak perlu disebutin," ucap Gunung lalu melanjutkan, "Jadi maksimal kita akan usahakan, kalau menggunakan jalan, maksimal 3 hari."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/anggota-dprd-dki-jakarta-dari-fraksi-pdi-perjuangan-hardiyanto-kenneth.jpg)