Breaking News:

PTM Kembali Digelar, Bank Sampah di Sekolah Jakarta Barat Juga Mulai Diadakan Lagi

Sekolah-sekolah yang sudah memulai PTM di Jakarta Barat juga kembali menggulirkan program bank sampah.

Editor: Elga H Putra
TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH
Kondisi Bank Sampah Induk Satu Hati, Cengkareng, Jakarta Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pembelajaran Tatap Muka di sebagian sekolah di Jakarta Barat telah kembali digelar.

Sekolah-sekolah yang sudah memulai PTM di Jakarta Barat juga kembali menggulirkan program bank sampah.

Petugas Pengawas Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat sekaligus Pengurus Bank Sampah Induk Satu Hati Divisi Sosialisasi, Subarna Martadinata mengatakan, bank sampah akan kembali dilakukan demi menampung sampah dari siswa atau murid untuk ditukar menjadi uang ataupun barang berharga lain.

"Sudah berlangsung tapi sekolah kan belum semua muridnya masuk, jadi sampah di bank sampah juga belum terlalu full," terangnya saat dikonfirmasi, Senin (11/10/2021).

Pihaknya saat ini belum bisa memastikan sekolah mana yang telah melangsungkan program bank sampah.

Baca juga: Pemkot Depok Belum Putuskan Kapan Pembelajaran Tatap Muka Digelar

Dia juga tidak bisa merincikan berapa jumlah sampah di setiap selokan sejak PTM bergulir selama satu bulan terakhir.

"Yang sudah pasti sekolah dengan gelar Adiwiyata sudah melakukan program ini," kata dia.

Saat sebelum pandemi Covid-19, setiap sekolah selalu memanfaatkan uang hasil bank sampah untuk kebutuhan operasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Disdakmen), Kemendikbud, Jumeri meresmikan Satgas Covid-19 tingkat kelas saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Disdakmen), Kemendikbud, Jumeri meresmikan Satgas Covid-19 tingkat kelas saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021). (Istimewa)

Bahkan beberapa sekolah ada yang memanfaatkan hasil dari bank sampah untuk ditukar menjadi alat tulis.

"Ada yang mereka program tukar sampah dengan alat alat tulis. Ada yang ngambil uangnya di pas kenaikan kelas untuk jalan jalan semester," katanya.

Biasanya, lanjut Subarna, pihak sekolah mengundang perwakilan orangtua murid dan beberapa pihak untuk pengelolaan yang hasil bank sampah tersebut.

"Jadi untuk pengambilan uang dan pemakaiannya itu kesepakatan dari sekolah," imbuh Subarna.

Ia berharap intensitas PTM semakin tinggi sehingga program bank sampah di setiap sekolah-sekolah bisa berjalan dengan maksimal.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sekolah di Jakarta Barat yang Lakukan PTM, Kembali Lakukan Program Bank Sampah

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved