Kisah Pilu di Balik Tragedi Pasutri Tersambar KA Gajayana, Korban Niat Pulang Demi Tahlilan Tetangga
Kisah pilu di balik pasutri tewas tertabrak KA Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021).
TRIBUNJAKARTA.COM - Kisah pilu di balik pasutri tewas tertabrak KA Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB.
Korban merupakan Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58) yang menaiki mobil Isuzu Panther.
Pasangan suami istri itu ternyata niat pulang ke rumah untuk mengikuti tahlilan, atau pengajian untuk memperingati kematian sang tetangga.
Mereka berdua berangkat dari lokasi tempat dia berjualan soto yakni di Kecamatan Masaran.
Hal ini terungkap saat pelayat berdatangan di rumah duka di Desa Jurangrejo, Kecamatan Karangmalang.
"Dua-duanya selalu datang ke pengajian warga," ujar Ketua RT setempat, Tugino, Selasa (12/10/2021).
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Pemotor Ditabrak Kereta Api Kramat Sentiong karena Menerobos Palang
"Ketika ada warga yang menggelar hajatan selalu datang, dan lebih memilih menutup warung sotonya," tambahnya.
Tugino menuturkan pasutri tersebut dikenal dengan sosok yang baik dan berbaur dengan masyarakat.
"Keduanya sosok yang baik, sangat berbaur dengan masyarakat, selalu ikut kegiatan sosial masyarakat," tutur dia.

Diketahui, Hadi Mulyono juga merupakan tokoh di lingkungan setempat, yang pernah menjabat sebagai ketua RW selama satu tahun.
Kepergian yang sangat mendadak, tidak hanya menyisakan duka untuk keluarga, namun masyarakat Dukuh Dayu.
"Sangat sedih, kita semua kaget," aku dia.
Menunggu Anaknya di Bogor
Sebelumnya, rumah duka korban tertabrak KA Gajayana didatangi pelayat di Desa Jurangrejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Selasa (12/10/2021).
Sebelumnya, pasutri Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58) tewas saat mobilnya tertabrak KA Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Bedowo Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB.