Kisah Pilu di Balik Tragedi Pasutri Tersambar KA Gajayana, Korban Niat Pulang Demi Tahlilan Tetangga

Kisah pilu di balik pasutri tewas tertabrak KA Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021).

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Warga berbondong-bondong menyaksikan evakuasi usai KA Gajayana vs mobil di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Senin (11/10/2021) malam. Kisah pilu di balik pasutri tewas tertabrak KA Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB. 

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, rumah duka terus didatangi pelayat untuk mengucapkan belasungkawa.

Baca juga: Tabrakan Maut Kereta dengan Pemotor di Dekat Stasiun Kramat Sentiong, 1 Nyawa Melayang

Nampak, anak pertama dari korban, Hari (47) dengan tegar menyambut kedatangan pelayat.

Ketua RT setempat, Tugino mengatakan kedua jenazah sampai ke rumah duka pada Selasa, (12/10/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Rencana, jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Krejing, Desa Jurangjero.

Baca juga: Wanita Tewas Tertabrak di Perlintasan Rel Kereta Kemiri Muka Depok

Hingga pukul 09.30 WIB, jenazah belum masih disemayamkan ke rumah duka.

"Ini belum dimakamkan, masih menunggu anak keduanya yang baru melakukan perjalanan dari Bogor," kata Tugino, kepada TribunSolo.com.

"Selain itu, penggalian liang lahat juga memakan waktu, karena tanahnya tanah padas yang keras," imbuhnya.

Rencananya, kedua jenazah pasutri tersebut akan dimakamkan dalam satu liang lahat.

Kronologi Lengkap

Kecelakaan antara KA Gajayana dengan mobil Isuzu Panther membuat dua nyawa warga Kabupaten Sragen melayang.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Bedowo Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB.

Akibatnya pasangan suami istri (pasutri) paruh baya, yakni Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58), asal Dukuh Dayu, Desa Jurangrejo, Kecamatan Karangmalang tewas seketika.

Berdasarkan kronologi versi PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan warga sekitar, kecelakaan maut tertabraknya mobil sangat singkat.

Ilustrasi mayat.
Ilustrasi mayat. (TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas)

Seorang saksi warga sekitar, Tarno mengungkapkan, mobil korban melaju dari selatan ke utara, sementara dari arah berlawanan ada KA Gajayana yang melintas.

"Mobil lain berhenti, mobil korban tetap jalan. KA langsung tabrak mobil korban, hingga terseret dan terpental 30-100 meter," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved