Breaking News:

Zaim Saidi Pendiri Pasar Mualah Divonis Bebas, Jaksa Pikir-Pikir Selama 14 Hari

Jaksa Penuntut Umum baru menerima salinan putusan sidang vonis tersebut

Instagram @zaim.saidi
Tim Bareskrim Polri menangkap Zaim Saidi (58 tahun) selaku pendiri Pasar Muamalah Depok pada Selasa (2/2/2021) malam. Dia ditangkap atas sangkaan pelanggaran penggunaan dinar dan dirham dalam transaksi jual beli di pasar tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Pasar Muamalah mengajukan pikir-pikir selama 14 hari kedepan setelah Majelis Hakim memutuskan terdakwa Zaim Saidi tidak bersalah pada Selasa (13/10/2021) kemarin.

Terkini, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu, mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum baru menerima salinan putusan sidang vonis tersebut.

“Yang dapat dapat kami sampaikan hari ini Jaksa Penuntut Umum baru mendapatkan salinan putusan resmi,” ujar Andi Rio dalam keterangan resminya, Rabu (13/10/2021).

“Selanjutnya terkait dengan putusan tingkat pertama tersebut berdasarkan Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Jaksa atau Penuntut Umum diberikan hak 14 hari menentukan sikap atas putusan tingkat pertama,” timpalnya menjelaskan.

Sebelumnya diberitakan, Zaim Saidi pendiri Pasar Muamalah di Kota Depok divonis tidak bersalah oleh Majelis Hakim dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong.

Untuk informasi, Zaim Saidi  sempat viral musabab memberlakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di Pasar Muamalah tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Depok, Divo Ardianto, mengatakan sidang pembacaan putusan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fausi, didampingi hakim anggota Andi Musyafir dan Ahmad Fadhil.

Baca juga: Vonis Bebas Zaim Saidi Buktikan Pasar Muamalah dengan Alat Bayar Dinar Dirham Tak Langgar Hukum

“Bahwa terhadap perkara 202/Pid.Sus/2021/PN.Dpk atas nama terdakwa Zaim Saidi tersebut, telah dibacakan putusan dengan amar putusan pada intinya menyatakan terdakwa Zaim Saidi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” kata Divo dalam keterangan resminya.

“Membebaskan terdakwa Zaim Saidi dari semua dakwaan penuntut umum, serta memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan, dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” timpalnya.

Lanjut Divo, sebelum Zaim Saidi didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan alternatif.

“Pertama Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Atau Kedua Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” kata Divo.

Baca juga: Tok! Zaim Saidi Pendiri Pasar Muamalah yang Berlakukan Transaksi Dinar Dirham Divonis Bebas

Terakhir, Divo berujar Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir setelah terdakwa divonis bebas.

“Majelis Hakim Telah membacakan hak-hak Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum sebagaimana Pasal 244 KUHAP Jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-X/2021 dan Pasal 259 KUHAP (Kasasi demi kepentingan hukum yang diajukan oleh Jaksa Agung) terkait upaya hukum terhadap putusan bebas,” tuturnya.

“Kemudian Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut namun Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir selama tenggang waktu tujuh hari,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved