Breaking News:

Tok! Zaim Saidi Pendiri Pasar Muamalah yang Berlakukan Transaksi Dinar Dirham Divonis Bebas

Zaim Saidi  sempat viral musabab memberlakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di Pasar Muamalah tersebut.

Instagram @zaim.saidi
Tim Bareskrim Polri menangkap Zaim Saidi (58 tahun) selaku pendiri Pasar Muamalah Depok pada Selasa (2/2/2021) malam. Dia ditangkap atas sangkaan pelanggaran penggunaan dinar dan dirham dalam transaksi jual beli di pasar tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOKZaim Saidi, pendiri Pasar Muamalah di Kota Depok, divonis tidak bersalah oleh Majelis Hakim dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Jawa Barat, Selasa (21/10/2021).

Untuk informasi, Zaim Saidi  sempat viral musabab memberlakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di Pasar Muamalah tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Depok, Divo Ardianto, mengatakan sidang pembacaan putusan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fausi, didampingi hakim anggota Andi Musyafir dan Ahmad Fadhil.

“Bahwa terhadap perkara 202/Pid.Sus/2021/PN.Dpk atas nama terdakwa Zaim Saidi tersebut, telah dibacakan putusan dengan amar putusan pada intinya menyatakan terdakwa Zaim Saidi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” kata Divo dalam keterangan resminya, Selasa (12/10/2021).

“Membebaskan terdakwa Zaim Saidi dari semua dakwaan penuntut umum, serta memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan, dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” sambungnya.

Baca juga: Siapa Zaim Saidi? Pendiri Pasar Muamalah di Depok yang Jual Beli dengan Mata Uang Dinar dan Dirham

Lanjut Divo, sebelum Zaim Saidi didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan alternatif.

“Pertama, Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Kedua, Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” kata Divo.

Terakhir, Divo berujar Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir setelah terdakwa divonis bebas.

Baca juga: Komplotan Copet HP Pasar Rebo Tertangkap, Modus Alihkan Perhatian Korban

Baca juga: Sisi Lain Kerajaan Angling Dharma, Hobi Tarik Suara Istri Baginda Raja Berbuah Lagu Jokowi

“Majelis Hakim Telah membacakan hak-hak Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum sebagaimana Pasal 244 KUHAP Jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-X/2021 dan Pasal 259 KUHAP (Kasasi demi kepentingan hukum yang diajukan oleh Jaksa Agung) terkait upaya hukum terhadap putusan bebas,” tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved