4 Tahun Anies Jadi Gubernur DKI, Daftar Tugu yang Dibangun Tuai Perhatian, Biaya Fantastis

Sosok Anies Baswedan telah menjadi Gubernur DKI Jakarta selama empat tahun dan akan memasuki tahun kelima.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat diwawancarai awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/9/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Anies Baswedan telah menjadi Gubernur DKI Jakarta selama empat tahun dan akan memasuki tahun kelima.

Empat tahun menjadi Gubernur DKI, terdapat beberapa tugu yang dibangun Anies Baswedan yang menuai sorotan.

Di antara tugu yang dibangun bahkan dibongkar dan ada pula pembangunannya yang mangkrak.

Berikut beberapa tugu yang menuai sorotan:

1. Bambu getah getih

Bambu getah getih pernah dibuat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Karya seniman Joko Avianto itu diresmikan oleh Anies pada 16 Agustus 2018. Saat itu, Anies menginginkan karya tersebut mewarnai perhelatan Asian Games 2018.

Pemprov DKI harus mengucurkan dana hingga Rp 550 juta untuk pembuatan dan pemasangan seni bambu tersebut.

Baca juga: 4 Tahun Jadi Gubernur DKI, Harta Anies Sempat Naik 2 Kali Lipat, Turun Ratusan Juta Setahun Terakhir

"Biaya sekitar Rp 550-an (juta) kemudian dikonsorsium oleh 10 BUMD kalau enggak salah," kata Anies di lokasi instalasi bambu Getih Getah saat itu.

Tapi, instalasi tersebut dibongkar setelah 11 bulan terpasang.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawat mengatakan, bambu tersebut dibongkar karena kondisinya yang mulai lapuk.

“Dilakukan pembongkaran karena mambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh. Khawatir roboh,” ujar Suzi, Juli 2019 lalu.

Sebelumnya, pemasangan bambu getah getih ini sudah menuai kritik dari masyarakat karena dianggap menghambur-hamburkan anggaran.

Tangkapan layar dalam video yang diunggah di instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Tangkapan layar dalam video yang diunggah di instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

Anies bersikeras bahwa anggaran itu telah diterima rakyat kecil, dalam hal ini petani bambu.

"Anggaran itu ke mana perginya? Perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil," kata Anies di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved