Kesaksian Warga Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Korban Berputar-putar di Pusaran Air
Ternyata hal tersebut tak mudah dilakukan oleh Muslim. Ia sempat terseret pusaran air di bawah muara sungai yang memiliki ke dalaman sekitar 4 meter.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sungai Cileueur di Desa Utama, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, dikenal sebagai sungai yang terlihat tenang dan tak beriak.
Namun pada Jumat (16/10/2021) siang, tiba-tiba sungia itu mengganas hingga menyeret dan menewaskan 11 pelajar MTs Harapan Baru yang sedang melakukan kegiatan susur sungai.
Saat itu ada sekitar 150 pelajar yang mengikuti susur Sungai Cileueur.
Rupanya, meski terlihat tenang, namun sungai tersebut memiliki muara yang dalam, yaitu sekitar 4 meter.
Tak hanya itu, di bawah Sungai Cileueur pun terdapat pusaran air yang disebabkan adanya belokan air sungai.
Baca juga: Susur Sungai Berujung Maut 11 Pelajar, Korban Tewas Asal Depok: Aku Pulang Yah
Dilansir dari Kompas.com, Muslim adalah salah satu warga yang ikut menyelam untuk mencari para korban yang tenggelam.
Ia dipanggil oleh warga untuk membantu karena Muslim sering menyelam manual untuk mencari ikan di sekitar sungai tersebut.
Ternyata hal tersebut tak mudah dilakukan oleh Muslim. Ia sempat terseret pusaran air di bawah muara sungai yang memiliki ke dalaman sekitar 4 meter.
Hal tersebut membuatnya tak sanggup lagi menyelam ke pusaran air. Bahkan, ia mengaku sulit untuk mencapai permukaan.
Baca juga: Bocah di Depok 5 Jam Terhimpit Tiang Beton, Kondisi Tubuh Korban Buat Tim Dakmar Takjub: Kuasa Allah
Di dalam sungai, Muslim sempat melihat para korban seperti berputar-putar di pusaran air bawah muara sungai.
Ia pun memilih untuk menyelamatkan diri.
"Akhirnya saya memilih mencari jalan lagi dari pusaran air bawah untuk menyelamatkan diri saja. Memang di atas seperti ini seperti tenang, padahal di bawahnya berputar pusaran air sangat deras itu, pak," ujar Muslim.
Ia juga mengatakan bahwa tak ada bebatuan sama sekali di bawah muara. Hanya terdapat tanah keras yang terbentuk oleh tekanan pusaran air.
Menurutnya korban lama tak muncul di permukaan karena terbawa putaran pusaran air dan bukan karena menyelip di bebatuan.
"Bukan menyelip di bebatuan, tapi di bawah memutar terbawa arus sungai pusaran air di bawah muara itu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tim-inafis-polres-ciamis-di-lokasi-11-pelajar-di-ciamis-mati-tenggelam-untuk-olah-tkp.jpg)