Breaking News:

Lulusan SMP Jadi Karyawan Pinjol Ilegal, 9 Bulan Kerja Sudah Dapat Gaji Ratusan Juta, Ini Tugasnya

Mengejutkan pengakuan yang diutarakan HH (35) salah satu karyawan di perusahan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus jaringan sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menangkap tujuh tersangka di lima tempat kejadian perkara dengan mengamankan sejumlah barang bukti berupa monitor, modem pool, dan laptop. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mengejutkan pengakuan yang diutarakan HH (35) salah satu karyawan di perusahan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Berpedidikan lulusan SMP, HH digaji total ratusan juta selama 9 bulan bekerja di tempat tersebut.

Rupanya, perusahaan pinjol ilegal tersebut berani bayar mahal untuk karyawannya. Gajinya fantastis mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 15 juta per bulannya.

Hal tersebut terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menangkap para pelaku terkait kasus pinjol ilegal.

Di antaranya ada HH dan AY (20).

Baca juga: Dapat Fasilitas Apartemen, Tukang Teror Pinjol Ilegal Ngaku Baru Kerja 3 Bulan: Namanya Butuh Duit

HH dan AY ditangkap polisi di dua tempat yang berbeda di kawasan Jakarta.

Kepada publik, HH mengaku baru bekerja selama 9 bulan di perusahaan pinjol ilegal.

Setiap bulannya, HH digaji sebesar Rp 15 juta hingga jika ditotal, HH sudah mendapatkan gaji ratusan juta selama 9 bulan bekerja.

Ilustrasi
Ilustrasi (kontan/indra surya)

"Sebelumnya saya wiraswasta. Sudah kerja di pinjol ilegal 9 bulan. Gaji Rp15 juta per bulan," kata HH saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut, HH menceritakan jobdesk atau bagian pekerjaannya di perusahaan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved