Breaking News:

Viral Petugas Satpol PP Tangkap Anjing Berujung Tewas, Pecinta Hewan Kecam Hingga Somasi Pelaku

Sebuah video oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diduga menyiksa anjing viral di media sosial.

Istimewa
Tangkapan gambar petugas Satpol PP Aceh Singkil diduga menyiksa anjing. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebuah video memperlihatkan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diduga menyiksa anjing viral di media sosial.

Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut yakni @mongabay.id.

Tergambar pada video, seorang pria berseragam cokelat memegang kayu yang bentuk ujungnya seperti huruf 'Y'.

Kemudian, dia mengarahkan ujung kayu tersebut ke leher anjing yang berwarna hitam seperti berusaha menangkap.

Anjing lantas mengeluarkan suara seperti kesakitan.

Pecinta hewan pun mengecam tindakan petugas Satpol PP itu.

Di antaranya yakni Yayasan Sarana Metta Indonesia yang bermarkas di Jakarta.

Christian Joshua Pale, Pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia, mengatakan, telah melakukan somasi untuk oknum Satpol PP itu.

Baca juga: Animals Hope Shelter Mengecam Keras, Ada Anjing Diseret Pakai Sepeda Motor di Tangerang

"Kami sudah melakukan somasi melalui kuasa hukum kami sore ini," kata Christian, dalam keterangan resminya, Sabtu (23/10/2021).

Dia mengatakan, dugaan penyiksaan hewan ini terjadi di Kabupaten Aceh Singkil dan diunggah pertama kali oleh akun Instagram @rosayeoh.

Pada unggahan tersebut, bahkan, anjing hitam yang disebutkan bernama Canon itu mati lantaran dibungkus karung setelah ditangkap aparat Satpol PP menggunakan kayu.

Kuasa Hukum Yayasan Sarana Metta Indonesia, Albert Riyadi, mendesak pihak kepolisian untuk memproses hukum pelaku penyiksa anjing tersebut.

Surat somasi untuk Kasatpol PP Kabupaten Aceh Singkil, dari Yayasan Sarana Metta Indonesia, Sabtu (23/10/2021)
Surat somasi untuk Kasatpol PP Kabupaten Aceh Singkil, dari Yayasan Sarana Metta Indonesia, Sabtu (23/10/2021) (Istimewa)

"Kami menuntut kasus ini segera ditangani Polres Aceh Singkil atas dasar dugaan melanggar Pasal 91 huruf b Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Jo Pasal 302 dan 406 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," kata Albert.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved