Berantas Buta Al-Quran, Ratusan Anak Ikut Lomba Secara Virtual oleh BSD
Peringatan Maulid Nabi di Tangerang dan sekitarnya dirayakan dengan pembelajaran membaca Al-Quran untuk anak-anak.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Peringatan Maulid Nabi di Tangerang dan sekitarnya dirayakan dengan pembelajaran membaca Al-Quran untuk anak-anak.
Anak-anak pun mengikuti lomba membaca Al-Quran secara virtual yang diselenggarakan oleh Yayasan Muslim Sinar Mas Land (YMSML).
"Membaca Al-Quran mendalami maknanya, kemudian mengamalkannya dalam keseharian adalah cara mulia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dari sana, kita juga berkesempatan memotivasi anak-anak kita memperdalam kemampuan mereka membaca Al-Quran," ujar Ketua Dewan Pembina YMSML, Saleh Husin dalam keterangannya, Minggu (24/10/2021).
"Tanpa terbatasi oleh pandemi karena berbasis teknologi, secara daring sebagaimana kita laksanakan," sambungnya.
Dalam penyelenggaraannya, Sinar Mas Land melalui YMSML bekerja sama dengan Yayasan Mama Papa.
Mengajak para peserta membaca Al-Quran menggunakan metode Mama Papa.
Baca juga: Celengan di Lemari Hangus, Sahlan Takjub 2 Al-Quran Masih Utuh Pascakebakaran Hebat Tambora
Tak kurang dari 402 anak usia 7-12 tahun dari perwakilan 72 masjid/musala unjuk kemampuan secara daring melalui Zoom pada Sabtu (23/10/2021).
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Berantas Buta Al-quran (BBQ) Virtual 2021 yang berlangsung sejak Mei sampai dengan September," ujar Saleh.
Kompetisi dibagi menjadi tiga kategori di antaranya katergori A untuk anak usia 7-9 tahun.
Kemudian, kategori B untuk anak usia 10-12 tahun, dan kategori C untuk anak usia 13-15 tahun dengan total hadiah sebesar Rp 42 juta.
Penulis Buku Metode Mama Papa, Ustaz Muhammad Taslim menjelaskan, metode Mama Papa merupakan cara cepat membaca Al-Quran menggunakan pendekatan cerita.
Baca juga: Heboh Baim Wong Marahi Pria Tua, Aldi Taher Ingatkan Soal Ayat Ini di Al Quran: Saya Sang Pengemis
"Cara bacanya pun hampir mirip dengan membaca Arab Melayu. Menariknya, huruf-huruf hijaiyah yang berjumlah 29 dikenalkan dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti bagi mereka yang belajar membaca Al-Quran," ujar Taslim.
Ratusan peserta ini merupakan anak didik ustaz dan guru mengaji yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan (training of trainers) cara cepat membaca Al-Quran menggunakan metode Mama Papa.
Pelatihan itu merupakan rangkaian kegiatan Program BBQ Virtual 2021 yang menggandeng 144 ustaz dan guru mengaji selama tiga bulan secara intensif.
Selama pelatihan, mereka dibekali buku panduan dan alat peraga berupa salinan digital agar lebih mudah memahami metode tersebut.
Program BBQ telah berlangsung sejak 2018 hingga 2019 yang diikuti oleh 600 ustaz/ustazah hingga guru mengaji dari 127 masjid dan musala di sekitar kawasan BSD City.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/program-berantas-buta-al-quran-bbq-virtual-2021.jpg)