Breaking News:

Info Kesehatan

Tak Perlu Ribet, Berikut Cara Atasi Sakit Kepala Karena Pemakaian Masker Terlalu Ketat

Beberapa orang seringkali mengalami sakit kepala akibat pemakaian masker terlalu ketat saat beraktivitas. 

Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa orang seringkali mengalami sakit kepala akibat pemakaian masker terlalu ketat saat beraktivitas. 

Untuk itu, dr Riana Nirmala Wijaya, Country Medical Lead Bayer Consumer Health, Bayer Indonesia, membagikan beberapa cara untuk mengatasinya.

dr Riana menjelaskan, sebaiknya kamu bisa memijat beberapa bagian di wajah agar tidak terlalu tegang ketika masker sudah dibuka.

"Ada beberapa titik, seperti di bawah alis, daerah kelopak mata, samping mata, tulang rahang bawah naik ke telinga bisa dipijat," papar dr Riana dalam konferensi pers pada Sabtu (23/10).

Lebih lanjut, dr Riana memaparkan, apabila diperlukan, pijat juga bagian leher bawah di dekat kelenjar getah bening serta bagian dahi depan.

Pijatlah dengan jempol dengan gerakan memutar yang ringan tanpa terlalu banyak tenaga.

"Pijat ringan saja dan jangan lupa bersihkan dulu tangan," terang dr Riana.

Bayer Indonesia berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang perawatan mandiri di adaptasi tatanan hidup baru melalui peluncuran kampanye edukasi masyarakat bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke 57.

Baca juga: Selain Bisa Menurunkan Berat Badan, Cek 11 Manfaat Lain Jeruk Nipis Bagi Kesehatan

"Oleh karena itu, kami bermaksud untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi dengan tema besar “Indonesia Bangkit Gak Pake Lama” sebagai komitmen berkelanjutan dari Bayer Indonesia melalui Saridon Extra dalam mendukung pemerintah untuk mendorong masyarakat kembali produktif di masa adaptasi tatanan hidup baru," ujar Laksmi Prasvita, Head of Communications, Public Affairs, Science & Sustainability, Bayer Indonesia.

Kampanye ini mengajak masyarakat Indonesia untuk berkomitmen tetap produktif selama masa adaptasi kebiasaan baru demi melanjutkan aktivitas di tengah situasi pandemi yang menantang.

Bagi mereka yang bekerja keras setiap hari untuk menunjang hidup keluarganya, sakit kepala bisa mengganggu karena menjadi penghambat dalam melakukan aktivitas.

Riana menambahkan, sakit kepala dapat menjadi salah satu penghambat jika tidak segera diobati.

"Oleh karena itu, analgesik dengan formula kombinasi Parasetamol dan Kafein yang dapat meredakan sakit kepala dalam waktu singkat, tanpa menyebabkan kantuk sehingga memungkinkan penderita sakit kepala untuk segera melanjutkan aktivitasnya," jelas Laksmi.

Baca juga: Cara Konsumsi Bawang Putih untuk Atasi Sakit Kepala, Cek Juga Manfaat Lainnya

Berdasarkan penelitian Renner, penambahan Kafein pada tablet Parasetamol dapat meningkatkan potensi penyerapan analgesik parasetamol untuk meredakan sakit kepala. Kafein dapat memaksimalkan efektivitas arasetamol untuk menghilangkan rasa sakit.

"Jadi, kombinasi Kafein dan Parasetamol mampu meredakan sakit kepala lebih cepat daripada monoterapi," terang Laksmi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved