Bawang Putih

Bikin Subur Tanaman! Simak Cara Mengolah Kulit Bawang Putih Menjadi Pupuk

Berikut ini cara mengolah kulit bawang putih jadi pupuk tanaman, ikuti langkah-langkahnya!

Editor: Muji Lestari
KONTAN
Bawang Putih 

Untuk menggunakannya sebagai semprotan, Anda hanya perlu menyaring partikel padat sebelum memasukkan cairan ke dalam wadah semprot.

Efek Samping Bawang Putih

Berikut beberapa efek samping bawang putih dirangkum TribunJakarta:

1. Resiko pendarahan

Dikutip dari Healthline, bawang putih memiliki sifat antitrombotik, yang berarti dapat mencegah pembentukan gumpalan darah.

Namun, pendarahan yang disebabkan oleh bawang putih jarang terjadi, sebuah laporan mencatat kasus pendarhan yang dialami seseorang setelah ia secara teratur makan 12 gram bawang putih atau setara dengan 4 siung per hari sebelum operasi.

Kasus lainnya yakni seseorang mengalami perubahan warna dan memar yang berlebihan setelah operasi.

Kemungkinan penyebabnya adalah suplemen makanan yang dikonsumsi orang tersebut, yang mengandung minyak ikan dan 10 mg konsentrat bawang putih.

Baca juga: Bawang Putih Bekhasiat untuk Obati Kutu Air Secara Alami, Simak Cara Meramunya

2. Nafas tak sedap

Bawang putih mengandung berbagai senyawa belerang, yang kerap dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

Tetapi, senyawa tersebut dapat menyebabkan bau mulut, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Efek ini terutama berlaku untuk bawang putih mentah.

Memasaknya dapat mengurangi senyawa belerang dan mencegah nafas tak sedap.

Baca juga: Bahannya Mudah Ditemukan di Dapur, Cek Cara Membuat Teh Bawang Putih untuk Turunkan Berat Badan

3. Sensasi panas di dada

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) adalah masalah yang umum pada orang dewasa, yang menciptakan banyak rasa sakit, mual dan panas pada dada.

Jika kamu menderita GERD dan sering mengalami panas pada dada, kamu harus berhati-hati dengan jumlah bawang putih yang kamu konsumsi.

4. Masalah pencernaan

Bawang putih juga mengandung fruktan yang tinggi, yakni sejenis karbohidrat yang dapat menyebabkan kembung dan sakit perut pada beberapa orang.

Faktanya, ketika orang-orang dengan intoleransi fruktan mengonsumsi makanan yang tinggi fruktan, kandungan tersebut sepenuhnya tidak diserap di usus kecil.

Sebaliknya, ia berjalan ke usus besar utuh dan difermentasi di usus. Proses inilah yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved