Nostalgia Kuliner Legendaris dari Berbagai Daerah Hadir di Kampoeng Legenda Mal Ciputra Jakarta
Seperti Toko OEN dari Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1936, Kupat Tahu Gempol dari Bandung sejak tahun 1965, Nasi Liwet Wongso Lemu dari Solo
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Berburu kuliner lezat di Indonesia, rasanya tak pernah ada habisnya.
Daerah mulai Sabang sampai Marauke menawarkan beragam kuliner enak dengan cita rasanya yang khas.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi kuliner legendaris dengan racikan menu turun-temurun yang tak lekang tergerus waktu.
Warga Jakarta, tak perlu jauh-jauh mengunjungi daerah-daerah tersebut untuk mencicipi kuliner lezat dan legendaris Nusantara.
Sebab, mulai 27 Oktober hingga 7 November 2021, Mal Ciputra Jakarta menggelar acara kuliner bertajuk Kampoeng Legenda.
Baca juga: Bukan Cuma Kebab, Bule Ini Juga Bikin Pizza Khas Turki di Sawah Besar: Atraksi di Dapur Terbuka
Di event tersebut, Anda bisa mencicipi berbagai hidangan lezat yang didatangkan langsung dari daerah asalnya.
"Bukan hal yang mudah untuk menghadirkan para pelaku kuliner legendaris dan otentik dalam sebuah event, terutama di masa pandemi seperti ini," kata General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, Kamis (28/10/2021).
Baca juga: 6 Promo Menarik Mulai 22 Oktober, Ada Diskon Makanan Sampai 75 Persen
"Tapi, dengan komitmen ingin menghadirkan event kuliner berbeda dengan yang lain, Mal Ciputra Jakarta bersama Jiiscomm berhasil menghadirkan lebih dari 60 kuliner langsung dari daerah asalnya," sambungnya.
Gerai-gerai tersebut, merupakan gerai legendaris yang sudah terkenal di daerahnya dan juga telah bertahan selama puluhan tahun lamanya.
Tak hanya membawa para pengunjung untuk bernostalgia, menurut Ferry, event ini sekaligus untuk memperkenalkan kuliner-kuliner legendaris kepada masyarakat meski belum pernah mengungunjungi daerah asal makanan tersebut.
Seperti Toko OEN dari Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1936, Kupat Tahu Gempol dari Bandung sejak tahun 1965, Nasi Liwet Wongso Lemu dari Solo yang sudah berdiri sejak tahun 1950, juga Gudeg Yu Djum dari Jogjakarta yang sudah ada sejak tahun 1951.
Baca juga: Cerita Kusmanadi Kembangkan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi, Kini Buka 6 Gerai Baru
Selain itu, ada pula Nasi Krawu Bu Tiban dari Gresik, Laksa Lao Hoe dari Jakarta, Rumah Makan Tinoor Masakan Manado dari Jakarta, Mie Baso Sarirasa 81 dari Tasikmalaya, dan beberapa kuliner 'jagoan' dari daerah lainnya.
Ferry mengakui, banyak pelaku UMKM di bidang kuliner yang terdampak cukup berat akibat adanya pandemi Covid-19.
Oleh sebab itu, melalui event ini ia berharap lebih banyak masyarakat Jakarta yang semakin mengenal dan mencintai kuliner-kuliner khas Nusantara tersebut.
Baca juga: Asyiknya Makan Sambil Piknik di Samping Rudal, Alternatif Wisata Kuliner Seru di Tengah Kota Jakarta
Hal ini, tentunya juga memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk bisa kembali bangkit setelah badai Covid-19.
"Harapan kami melalui Kampoeng Legenda bisa memberikan peluang bagi para pelaku UMKM kuliner Nusantara agar bisa bangkit kembali sehingga bisa menggerakan roda perekonomian yang terdampak karena pandemi," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mal-ciputra-jakarta-menggelar-acara-kuliner-bertajuk-kampoeng-legenda-dengan-kuliner-legendaris.jpg)