Breaking News:

Kelurahan Duri Kepa Pinjam Duit Warga

Soal Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta, Lurah Duri Kepa: Sejak September Bendahara Tak ke Kantor

Lurah Duri Kepa, Marhali, menyebut, sang bendahara, Devi Ambarwati, sudah tidak masuk kantor sejak September 2021 lalu

Istimewa
Surat pernyataan soal peminjaman uang Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Lurah Duri Kepa, Marhali, menyebut, sang bendahara, Devi Ambarwati, sudah tidak masuk kantor sejak September 2021 lalu.

Padahal, pihak kelurahan ingin meminta keterangan dari Devi terkait peminjaman uang Rp 264,5 Juta dari seorang warga berinisial SK.

"Sampai sekarang belum hadir-hadir di kelurahan, sudah dari tanggal 3 September," ucapnya, Kamis (28/10/2021).

Marhali menyebut, pihaknya sudah melayangkan surat agar Devi datang ke kelurahan sebanyak tiga kali.

Namun, hingga kini sang bendahara belum menunjukkan batang hidungnya di kelurahan.

"Dia di rumah, tapi setiap kami bikin undangan, kami dibalas dengan surat sakit. Wallahualam sakit atau tidaknya, tapi ada surat dokternya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Hal ini pun disebutnya sangat mempengaruhi operasional Kelurahan Duri Kepa.

Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Lurah Duri Kepa Buka Suara Tudingan Pinjam Duit Warga Rp264,5 Juta

Pasalnya, hampir semua transaksi yang dilakukan di Kelurahan Duri Kepa membutuhkan tanda tangan bendahara.

"Ini jadi menghambat sekali, karena kalau ada apa-apa perlu tanda tangan dia. Beberapa kalau saya suruh PPSU ke dia minta tanda tangan," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved