Formula E
Utusan FEO Belum Tiba, Pemprov DKI Belum Bisa Tentukan Sirkuit Formula E
Pemprov DKI Jakarta hingga kini belum menentukan lintasan balap atau sirkuit balap mobil bertenaga listrik Formula E.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta hingga kini belum menentukan lintasan balap atau sirkuit balap mobil bertenaga listrik Formula E.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, utusan dari pihak Formula E Operation (FEO) hingga kini belum tiba di ibu kota.
"Keputusan (soal lokasi sirkuit) baru diambil setelah melalui tinjauan dari tim Formula E," ucapnya, Jumat (29/10/2021).
Ariza bilang, saat ini ada lima opsi lokasi sirkuit setelah area Monumen Nasional (Monas) tak bisa digunakan.
Dua dari lima opsi itu ialah di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan pulau reklamasi.
Baca juga: Misteri Lokasi Sirkuit Formula E di Jakarta, Jakpro: Survey Final Berlangsung Pertengahan November
Kelima lokasi nantinya bakal ditinjau sebelum akhirnya diputuskan oleh utusan dari FEO.
"Ada lima alternatif lokasi, saat ini kami sedang menunggu proses secara teknis dan akan ditinjau langsung oleh utusan Formula E," ujarnya dalam video yang diterima TribunJakarta.com.
Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta resmi umumkan Jakarta jadi tuan rumah balap ABB FIA Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang.
Tepat di empat tahun Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pemprov DKI resmi mengumumkan hal ini.
Keputusan ini pum telah ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, pada 15 Oktober 2021 yang sekaligus meratifikasi kalendar balapan musim ke-8 tahun 2021/2022.
Dalam video yang dishare khusus untuk penggemar olah raga otomotif di Indonesia, Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Indonesia.
Longo, sapaannya turut menekankan pentingnya Jakarta E-Prix bagi Indonesia dan ABB Formula E.
Dalam video tersebut, Longo juga memberikan apresi atas upaya Presiden RI Joko Widodo dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi konvensional, serta beralih pada energi ramah lingkungan, sebuah filosofi yang senada dengan pandangan FEO.
"Apalagi dalam merealisasikan filosofi tersebut dan untuk mengambil manfaat dari trend mobil listrik dunia, Presiden Joko Widodo berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik dan baterai mobil," kata Longo yang dikutip TribunJakarta.com, Sabtu (16/10/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jadwal-balapan-formula-e-2022.jpg)