Banjir Kepung Jakarta
Diguyur Hujan Deras, 6 RT di Jakarta Diterjang Banjir Setinggi Hampir 2 Meter
Sebanyak 6 RT diterjang banjir imbas hujan deras yang mengguyur Jakarta sore ini. Banjir setinggi hampir 2 meter, Jumat (12/11/2021).
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 6 RT diterjang banjir imbas hujan deras yang mengguyur Jakarta sore ini, Jumat (12/11/2021).
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Insaf menjelaskan, keenam RT itu berada di kawasan Jakarta Selatan.
"Penyebab banjir karena curah hujan tinggi, serta luapan Kali Mampang dan Kali Krukut," ucapnya, Jumat (12/11/2021).
Ketinggian banjir pun cukup bervariasi, mulai 40 sentimeter hingga 170 sentimeter.
Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Sumber Daya Air (SDA), hingga Damkar dikerahkan untuk menangani genangan.
Baca juga: Anggaran Sumur Resapan Capai Rp 411 Miliar, Fraksi PDIP: Sangat Tak Bermanfaat
Baca juga: Hujan Deras Guyur Jakarta Timur, Jalan DI Panjaitan Terendam Banjir 50 Sentimeter
"Kondisi genangan sedang ditangani dan ditargetkan akan surut dalam waktu dekat," ujarnya saat dikonfirmasi.
Berikut daftar 6 RT yang tergenang hingga 18.00 WIB:
- Kel. Kalibata
Ketinggian : 40 s.d 50 cm dengan jumlah 2 RT
Penyebab : Curah hujan tinggi
- Kel. Bangka
Ketinggian : 100 s.d 170 cm dengan jumlah 3 RT
Penyebab : Luapan Kali Mampang dan Krukut
- Kel. Tegal Parang
Ketinggian : 40 cm dengan jumlah 1 RT
Penyebab : Luapan Kali Mampang dan Krukut
Sementara itu, Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur terendam banjir berketinggian sekitar 50 sentimeter pada Jumat (12/11/2021) pukul 17.00 WIB.
Satrio, pengemudi sepeda motor yang melintas mengatakan Jalan DI Panjaitan dari arah Cawang menuju Pulogadung terendam banjir imbas hujan deras yang mengguyur.
"Banjir karena saluran air di kiri jalan itu meluap. Ketinggian paling dalam di sisi kiri jalan itu sekitar 50 sentimeter, kalau lajur kanan sekitar 30 sentimeter," kata Satrio di Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021).
Baca juga: Banjir Rob Rendam Pelabuhan Sunda Kelapa Berhari-hari, Pengusaha Bongkar Muat Rugi Ratusan Juta
Menurutnya, Jalan DI Panjaitan dari arah Cawang menuju Pulogadung memang kerap terdampak banjir imbas saluran air tidak mampu menampung debit saat hujan deras turun.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat melintas di lajur kiri Jalan DI Panjaitan mogok karena mesin kendaraannya tidak sanggup menerjang banjir, mayoritas jenis matic.
"Jadi macet, karena mobil sama motor cuman bisa lewat jalur Tranjakarta. Macetnya sampai Jalan Mayjen Sutoyo, Sama petugas (Sumber Daya Air) juga diarahkan ke lajur kanan jalan," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Banjir, PLN UID Jakarta Raya Pastikan Suplai Listrik di Rumah Pompa Terbesar Se-DKI Aman
Satrio menuturkan banjir tidak hanya terjadi di Jalan DI Panjaitan, tapi juga di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo, Kecamatan Kramat Jati dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter.
Petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) tampak berupaya mengurai arus lalu lintas di lokasi dan membersihkan sampah yang menyumbat saluran guna mempercepat surutnya air.
"Biasanya banjir di sini surut sekitar setengah jam. Tapi kalau hujan deras terus sampai lama ya bisa naik lagi airnya. Tergantung lama hujan saja sih sebenarnya," tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta Siagakan Petugas dan Peralatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan seluruh personel dan peralatan untuk meminimalisir dampak genangan dan banjir di beberapa titik wilayah ibu kota, Jumat (12/11/2021).
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Suku Dinas (Sudin) terkait, lurah hingga RT/RW selalu siaga saat terjadi hujan.
"Kami menyiagakan seluruh personel dan peralatan serta berkoordinasi dengan seluruh pihak saat hujan turun untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar genangan atau banjir cepat surut. Terutama di wilayah atau titik rawan banjir. Kami memprioritaskan keselamatan warga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).
Terpantau di beberapa wilayah DKI Jakarta mulai diguyur hujan pada pukul 16.00 WIB (12/11).
"Kami juga terus memberikan update informasi tentang kondisi tinggi muka air di setiap pintu air, kemudian kami informasikan kepada warga," terang Sabdo.
Dia menegaskan, kehadiran petugas seperti petugas prasarana dan sarana umum (PPSU), pompa air, damkar, koordinasi dengan RT/RW dan warga untuk membantu warga terdampak genangan/banjir.
Selain itu, penanganan ini bertujuan agar genangan cepat surut sehingga jalan raya yang tergenang bisa tetap dilalui kendaraan.
"Kami berkoordinasi dengan para Walikota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, dan pihak lainnya," jelasnya.
Menurutnya, personel Pemprov DKI terus melakukan monitoring perkembangan situasi genangan/banjir dan siap melakukan penanggulangannya dengan memobilisasi personil, logistik dan peralatan ke lokasi banjir.
Sementara itu, Dinas SDA mengerahkan petugas dan menyediakan peralatan yang diperlukan sebagai upaya penanggulangan, pengamatan terhadap keadaan bangunan/fisik, pintu air, melakukan pengamatan terhadap tinggi permukaan air sungai di hulu dan tinggi permukaan di pintu air serta waduk, menetapkan kondisi status siaga bencana, memerintahkan kepada petugas pintu air untuk melakukan tindakan membuka atau menutup pintu air berdasarkan debit air.
Tampak permukiman warga Kebon Pala, RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kampung Melayu korban banjir luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/11/2021). (Bima Putra / Tribun Jakarta)
Serta, memastikan kondisi pintu air dalam keadaan baik; menggerakan; membagikan peralatan dan bahan pengendali bencana banjir (banjiran); juga memonitoring prakiraan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jaktim-di-panjaitan.jpg)