Sumur Resapan di Atas Trotoar Lebih Tinggi dari Jalan, Wagub DKI: Tidak Masalah, Cukup Efektif

Ariza menjelaskan, tidak semua sumur resapan dibangun di atas atas trotoar. Sumur resapan terpaksa dibuat di atas trotoar lantaran keterbatasan lahan

Wartakotalive.com
Kondisi pembangunan sumur resapan di Jalan Raden Said Soekanto, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons atas kritik atas adanya pembuatan sumur resapan di atas trotoar lebih tinggi dari jalan, untuk solusi penanganan banjir ibu kota.

Wagub yang karib disapa Ariza itu menampik program sumur resapan tidak efektif menangani genangan air dan banjir saat musim hujan. 

Menurutnya, sumur resapan justru efektif mengatasi genangan air saat musim hujan. Dan sebelumnya diklaim pihak Pemporv bahwa banjir di ibu kota bisa diatasi dalam waktu enam jam salah satunya karena sumur resapan.

"Sejauh ini kalau teman-teman lihat hasil sumur resapan kan cukup efektif terjadi genangan cepat surut. Kemudian program lainnya program gerebek lumpur, pengerukan di 13 sungai, waduk-waduk," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

"Kami hadirkan seluruh jajaran SDA, bahkan seluruh dinas lain terlibat dalam rangka pencegahan dan pengendalian penanganan daripada kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang sekarang intensitasnya terus meningkat," tandasnya.

Baca juga: Warga Kritik Pembuatan Sumur Resapan Tidak Efektif, Merusak Trotoar hingga Bikin Macet

Ariza menjelaskan, tidak semua sumur resapan dibangun di atas atas trotoar. Sumur resapan terpaksa dibuat di atas trotoar lantaran keterbatasan lahan milik pemprov. 

"Sekalipun ada beberapa tidak semua di atas trotoar tapi sudah disiapkan tali air, sehingga air tetap dapat masuk sekalipun tidak melalui mulut sumur resapan," jelasnya.

Sumur resapan di Jalan DI Panjaitan yang berfungsi menampung debit air saat hujan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2020)
Sumur resapan di Jalan DI Panjaitan yang berfungsi menampung debit air saat hujan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2020) (Istimewa)

Orang nomor dua di Ibu Kota ini memaparkan cara kerja dari sumur resapan yang ditempatkan di trotoar.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Gerebek Lumpur dan 686 Sumur Resapan Jadi Jurus Anies Cegah Banjir

Menurutnya, air masuk melalui tali-tali air ke bak kontrol sebagai tempat penyaringan sebelum masuk ke sumur serapan. Tali-tali air ini berupa lubang kecil di samping trotoar atau di pinggir jalan.

Dikatakan Ariza, pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) sudah mengecek ke lapangan perihal efektifitas sumur serapan yang berada di atas trotoar dan ditemukan tidak ada masalah berarti.

"Jadi tidak masalah, sudah dicek SDA karena keterbatasan tempat jadi di cari tempat yang baik, ternyata dimungkinkan karena memang di situ dibutuhkan resapan air. Jadi kalau mau liat contohnya ada di Gandaria Selatan," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved